bisnis

GOTO Menjawab Terkait Didepaknya dari Indeks Standar Global MSCI

Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkapkan bahwa perusahaan ini telah menunjukkan kinerja keuangan yang positif selama dua kuartal berturut-turut, dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 607,48 miliar di sepanjang semester pertama tahun 2026.

Sehubungan dengan itu, Audrey Petriny, Head of Corporate Affairs GoTo, menyatakan bahwa mereka memandang keputusan MSCI untuk mengeluarkan GOTO dari MSCI Global Standard Indexes sebagai hal yang semata-mata bersifat teknis.

Menurutnya, langkah tersebut berkaitan dengan harga saham GOTO yang terpantau pada level terendah di Rp 50, yang disebabkan oleh rendahnya volume perdagangan, dan tidak ada hubungannya dengan kinerja perusahaan yang justru menunjukkan hasil yang positif.

“Kami mengamati keputusan MSCI mengenai eksklusi GOTO dari indeks saham mereka, dan kami memahami bahwa ini adalah kabar yang kurang menggembirakan bagi banyak pemegang saham kami,” ujar Audrey dalam pernyataannya pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Dia menegaskan bahwa perusahaan akan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan MSCI Inc., sembari terus fokus dalam mengelola bisnis demi menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus berkomunikasi aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami tetap berkomitmen untuk mengelola bisnis dengan baik agar dapat memberikan nilai lebih kepada semua pemegang saham,” jelas Audrey.

Pada semester pertama tahun 2026, GOTO berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 607,48 miliar, yang merupakan pembalikan dari kerugian bersih sebesar Rp 580,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

EBITDA yang disesuaikan untuk Grup juga menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai Rp 1 triliun, dan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi pedoman kinerja tahunan, dengan target EBITDA yang disesuaikan antara Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

Laba bersih yang diraih oleh perusahaan didorong oleh pendapatan bersih yang tercatat mencapai Rp 10,99 triliun pada semester I-2026, tumbuh 28,45 persen dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp 8,55 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, biaya dan beban perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 16,87 persen menjadi Rp 10,21 triliun pada semester I-2026, dibandingkan dengan Rp 8,73 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp 47,47 triliun per 30 Juni 2026, sementara total kumulatif antara liabilitas dan ekuitas juga mencapai Rp 47,47 triliun pada tanggal yang sama.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k