bola

Radja Nainggolan Mengungkap Keinginan Bela Timnas Indonesia Jika Waktu Bisa Diulang

Mantan gelandang Timnas Belgia, Radja Nainggolan, baru-baru ini mengungkapkan rasa penyesalannya karena tidak memilih untuk membela Timnas Indonesia selama karier sepak bolanya. Setelah mengalami atmosfer sepak bola di Indonesia secara langsung, pemain yang pernah membela AS Roma ini menyatakan bahwa ia kini melihat kesempatan tersebut dari perspektif yang berbeda.

Selama kariernya, Radja Nainggolan telah bermain untuk Timnas Belgia sebanyak 30 kali. Namun dalam sebuah wawancara dengan media Belgia, ia mengakui bahwa sebetulnya Indonesia bisa menjadi pilihan menarik dalam perjalanan karier internasionalnya.

Pada masa itu, sepak bola Indonesia belum menjadi opsi yang menggoda baginya. Namun, pengalaman bermain bersama Bhayangkara FC membuat Radja semakin menyadari besarnya antusiasme para penggemar dan potensi yang dimiliki industri sepak bola di Tanah Air.

Pemain berusia 38 tahun ini mengaku terkesan dengan fanatisme yang ditunjukkan oleh pendukung Timnas Indonesia. Ia menyoroti kehadiran puluhan ribu suporter yang menyemut di stadion saat skuad Garuda bertanding melawan Vietnam maupun Irak.

“Ada tujuh puluh ribu orang di stadion untuk pertandingan melawan Vietnam atau Irak; begitulah besarnya fanatisme mereka,” ungkap Radja Nainggolan, sebagaimana dilaporkan oleh Nieuwsblad.

Menurut Radja, daya tarik sepak bola Indonesia tidak hanya terlihat dari dukungan suporter, tetapi juga dari berbagai peluang komersial yang ditawarkan kepada para pemain. Ia menilai bahwa popularitas para pemain Timnas Indonesia dapat menjadi aset berharga, bahkan setelah mereka mengakhiri karier di lapangan hijau.

“Uang juga melimpah di sana. Para pemain bahkan mendapatkan sponsor dari merek-merek besar seperti Louis Vuitton, Hublot, dan Rolex,” tambahnya.

Radja juga membahas perbedaan tingkat popularitas pemain di Indonesia dibandingkan dengan apa yang ia amati di Belgia dan Eropa. Ia memberikan contoh Ivar Jenner, yang bermain untuk Jong Utrecht; meskipun dia hanya bermain di liga yang lebih rendah, perhatian yang ia dapatkan akan jauh lebih besar jika ia mengenakan jersey Timnas Indonesia.

“Sedangkan pemain internasional seperti Ivar Jenner hanya bermain untuk Jong Utrecht di sini,” ujarnya.

“Popularitas di sana, sorotan yang didapat, dapat berkontribusi pada citra Anda, dan hal itu juga bermanfaat untuk masa depan ketika Anda sudah tidak bermain,” lanjut Radja.

Bayangkan jika ia memiliki kesempatan untuk membela Timnas Indonesia selama 15 tahun.

Radja mengakui bahwa pandangannya terhadap sepak bola Indonesia telah berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Ketika masih aktif bermain untuk Timnas Belgia, ia mengakui tidak mempertimbangkan berbagai keuntungan yang mungkin didapat jika ia memilih bergabung dengan Indonesia.

Related Articles

Back to top button
kpkgg