Lima Bandara di Arab Saudi Diserang Milisi Houthi, 19 Tewas dan 364 Terluka

Lima bandara di Arab Saudi telah menjadi target serangan milisi Houthi sejak tanggal 5 Oktober, yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka, serta merusak infrastruktur dan mengganggu operasional penerbangan. Otoritas Saudi melaporkan bahwa serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha mengakibatkan 19 orang meninggal dunia dan 364 orang lainnya mengalami cedera.
Pernyataan dari Juru Bicara Koalisi Arab Saudi, Turki al-Maliki, menunjukkan bahwa serangan Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi semakin intensif sejak awal bulan ini. Ia mencatat bahwa ketegangan yang ditimbulkan oleh kelompok pro-Iran terhadap Arab Saudi telah meningkat sejak bulan Juli lalu.
Beberapa bandara mengalami serangan berulang kali, dengan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran hingga 20 kali sejak awal Oktober, menurut informasi dari al-Maliki.
Dari serangkaian serangan tersebut, dilaporkan bahwa 17 orang tewas dan 333 orang lainnya terluka akibat serangan yang terjadi antara 7 hingga 11 Oktober.
Di sisi lain, serangan di Bandara Internasional Abha di wilayah Asir, yang terletak di barat daya Arab Saudi, menyebabkan dua orang kehilangan nyawa dan 28 orang mengalami luka-luka.
Menurut laporan dari koalisi, terdapat juga tiga orang yang terluka dalam insiden di Bandara Internasional King Abdullah yang berada di wilayah Jazan.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, telah mengingatkan para jamaah umrah asal Indonesia untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama bagi mereka yang menggunakan penerbangan dengan transit sebelum tiba di Tanah Suci.
“Irfan menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi jamaah umrah yang harus transit di daerah-daerah tertentu yang perlu diperhatikan,” kata Menhaj Irfan saat berpartisipasi dalam “8th International Hajj Fund 2026” di Jakarta, menanggapi peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.



