lifestyle

Sarwendah Dapat Sindiran Setelah Sebar Video Call Ruben Onsu Menjelang Pernikahan dan Anak

Jakarta – Konflik yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali mencuat setelah Sarwendah membagikan rekaman video call antara Ruben dan seorang pria. Unggahan yang menarik perhatian publik ini mendapat reaksi dari Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah yang juga merupakan teman dekat Ruben.

Nanda berpendapat bahwa rekaman video call tidak dapat dijadikan alat untuk menyimpulkan perilaku menyimpang seseorang. Ia menegaskan bahwa tuduhan semacam itu memerlukan bukti yang kuat, bukan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Selain mengkritik aspek bukti, Nanda juga mempertanyakan keputusan Sarwendah untuk mengunggah video tersebut. Ia mengingatkan perjalanan rumah tangga Ruben dan Sarwendah yang sudah berlangsung bertahun-tahun, serta fakta bahwa mereka telah dikaruniai anak.

“Apakah ada dasar hukum yang kuat untuk menuduh Ruben memiliki perilaku menyimpang? Seperti halnya dalam kasus perzinahan, harus ada bukti konkret dan saksi. Ini bukan perkara yang bisa dianggap sepele!” ujar Nanda saat berbicara kepada wartawan, pada Sabtu (17/10/2026).

Nanda juga mengajukan pertanyaan kritis kepada Sarwendah. Ia ingin tahu mengapa Sarwendah memilih untuk menikah dengan Ruben jika ia benar-benar percaya akan adanya perilaku menyimpang dari suaminya.

“Jadi, jika ingin menunjukkan bahwa Ruben tidak layak dan memiliki penyimpangan, kenapa masih mau menikah dan memiliki anak? Coba jawab itu! Apakah itu terdengar masuk akal?” sindirnya.

Nanda mengungkapkan rasa bingungnya mengenai pemikiran Sarwendah di tengah situasi yang semakin menarik perhatian publik.

“Saya jadi bertanya-tanya, apa yang sebenarnya ada dalam pikiran Sarwendah?” ungkap Nanda.

Sementara itu, Ruben Onsu telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan masalah terkait beredarnya rekaman video call tersebut kepada Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Sarwendah menjelaskan bahwa unggahan video call itu merupakan bentuk perlawanan.

Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan alasan di balik tindakan kliennya yang memposting rekaman video call tersebut di media sosial.

Chris menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan respons Sarwendah terhadap situasi yang dirasakannya selama ini. Menurutnya, Sarwendah merasa menjadi korban fitnah, direndahkan, serta menghadapi penggiringan opini negatif di tengah perselisihan dengan Ruben.

Related Articles

Back to top button
kpkgg