Iran Siapkan Ancaman Serangan Terhadap Bank AS, Israel, dan Pusat Ekonomi di Teluk

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel semakin memanas. Pada hari ke-13 konflik yang berkepanjangan ini, militer Iran telah mengumumkan rencana untuk menyerang bank-bank di AS dan Israel, serta pusat-pusat ekonomi yang ada di kawasan Teluk.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pihak militer Iran pada Rabu waktu setempat, setelah sebelumnya terjadi serangan yang menargetkan salah satu bank di Teheran pada malam Selasa.
“Baru-baru ini, pasukan teroris Amerika dan Zionis, setelah mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan militernya, telah menyerang salah satu bank di negara ini. Kami menyarankan agar warga di sekitar bank tidak berada dalam radius satu kilometer,” ungkap juru bicara komando operasi pusat militer Khatam al-Anbiya, sebagaimana dilaporkan oleh Middle East Eye pada Kamis, 12 Maret 2026.
Serangan udara itu dilaporkan menargetkan sebuah gedung administrasi yang terhubung dengan Bank Sepah, salah satu bank negara terbesar di Iran, yang terletak di ibu kota Teheran. Akibat serangan tersebut, beberapa pegawai dilaporkan tewas, meskipun jumlah pastinya belum bisa dipastikan, menurut informasi dari kantor berita semi-resmi Mehr.
Sementara itu, semua cabang HSBC yang berada di Qatar ditutup hingga waktu yang belum ditentukan demi menjaga keselamatan staf dan nasabah, sebagaimana disampaikan dalam pesan singkat kepada para pelanggannya pada Rabu.
Di tempat lain, Citi, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berbasis di Amerika, meminta karyawan mereka di Dubai untuk meninggalkan kantor pada Rabu, seiring meningkatnya kekhawatiran terkait masalah keamanan.
Sumber yang mengetahui proses evakuasi itu menginformasikan kepada AFP bahwa pegawai di kantor Citi yang berada di Dubai International Financial Centre (DIFC) serta di kawasan Oud Metha diminta untuk segera keluar.
Pegawai dari dua perusahaan lainnya yang beroperasi di kawasan DIFC juga mengonfirmasi kepada AFP bahwa kantor mereka turut dievakuasi sebagai langkah antisipasi setelah adanya ancaman dari Iran.
Sebelumnya pada Rabu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan serangkaian serangan rudal ke arah Israel, yang mereka sebut sebagai serangan paling intens dan besar sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
“Perang ini tidak akan berakhir hingga semua ancaman benar-benar dihapuskan atau musuh menyerah sepenuhnya,” tegas IRGC dalam pernyataannya.
Layanan darurat nasional Israel melaporkan bahwa 29 warga Israel mengalami cedera akibat insiden berdesakan yang terjadi saat serangan Iran berlangsung pada malam hari.




