Nikita Mirzani Hubungi Rieke Diah Pitaloka Tengah Malam dari Penjara untuk Minta Bantuan

Rieke Diah Pitaloka baru-baru ini berbagi pengalamannya yang mengubah pandangannya terhadap kasus hukum yang melibatkan Nikita Mirzani. Kejadian ini bukanlah hasil dari kedekatan pribadi, melainkan sebuah panggilan telefon misterius yang datang pada larut malam.
Sebelumnya, Rieke mengakui bahwa ia tidak memiliki hubungan dekat dengan Nikita Mirzani. Bahkan, ia sempat memutuskan untuk tidak terlibat dalam urusan hukum yang sedang dihadapi oleh artis tersebut.
Dalam pandangannya, sudah banyak pihak yang memberikan dukungan kepada Nikita. Rieke pun merasa bahwa keterlibatannya hanya akan menambah sorotan dan berpotensi dianggap sebagai langkah untuk meraih popularitas.
“Saya tidak mengenal Nikita Mirzani dan sejak awal tidak berniat untuk terlibat, karena saya melihat sudah banyak orang yang membela dan bersuara untuknya. Saya tidak ingin dianggap mencari sensasi,” ungkap Rieke dalam sebuah podcast yang diunggah pada 30 September 2026.
Namun, sikap Rieke berubah setelah ia menerima telepon pada suatu malam.
Nomor yang muncul di layarnya tidak terdaftar. Meskipun demikian, Rieke memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut.
Ia terkejut ketika mengetahui bahwa yang menghubunginya adalah Nikita Mirzani, yang menelepon dari dalam penjara menggunakan ponsel milik petugas.
Dalam percakapan singkat tersebut, Nikita langsung meminta bantuan kepada Rieke.
“Ada seseorang yang menelepon malam-malam tanpa nomor yang jelas, dan saat saya angkat, ternyata itu adalah Nikita Mirzani. Dia meminjam handphone dari penjaga dengan suara terburu-buru, ‘Tolong bantu saya, tolong bantu saya’,” jelas Rieke.
Sayangnya, telepon tersebut tidak berlangsung lama. Rieke menyatakan bahwa Nikita hanya berhasil menyampaikan permohonan pertolongan sebelum sambungan terputus.
“Percakapan itu sangat singkat, dia hanya mengatakan, ‘Tolong saya, Mbak, tolong saya’. Itu saja,” tambah Rieke.
Walaupun ia mendengar langsung permintaan itu, Rieke tidak langsung bertindak. Ia memilih untuk memahami lebih dalam tentang masalah yang dihadapi oleh Nikita terlebih dahulu.
Rieke menyadari bahwa situasi tersebut berhubungan dengan hukum, sehingga ia enggan memberikan bantuan secara gegabah tanpa memahami dengan jelas konteks permasalahan yang ada.
“Aduh, saya harus bagaimana ya? Saya tidak paham harus bertindak seperti apa. Karena bagi saya, jika belum yakin dan belum melakukan riset yang mendalam, saya tidak berani untuk bertindak, apalagi ini adalah kasus hukum yang serius,” jelasnya.




