IHSG Diperkirakan Konsolidasi Setelah Anjlok, 5 Saham Ini Siap Melonjak Tinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami fase konsolidasi setelah mencatat penurunan yang signifikan menjelang akhir pekan. IHSG ditutup dengan penurunan sebesar 2,19 persen, mencapai level 7.026,78 pada akhir perdagangan tanggal 2 April 2026.
Ivan Rosanova, analis dari Binaartha Sekuritas, mengungkapkan bahwa IHSG tidak mampu melanjutkan tren kenaikan yang terlihat pada hari Rabu, 1 April 2026. Dengan kondisi ini, posisi indeks saat ini masih terjebak di bawah level resisten Fibonacci yang berada di angka 7.268.
“Konsolidasi dapat berlanjut jika IHSG tidak menembus di bawah level 6.945. Namun, jika level tersebut terlewati, maka tren penurunan yang sebelumnya terjadi kemungkinan besar akan berlanjut,” tegas Ivan dalam riset harian yang dirilis pada 6 April 2026.
Titik support IHSG saat ini terletak di area 6.945, 6.900, 6.744, dan 6.587. Di sisi lain, titik resistance berada pada level 7.268, 7.436, 7.765, dan 8.098.
Lebih lanjut, Ivan juga mengungkapkan sejumlah emiten yang memiliki potensi cuan menarik untuk diperhatikan oleh para investor dan trader. Berikut adalah lima rekomendasi saham yang diperkirakan akan menunjukkan performa solid dalam sesi perdagangan pada hari ini, 6 April 2026.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi salah satu saham menarik yang bisa dipantau. Emiten ini dikenal sebagai salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia dengan berbagai produk kesehatan yang berkualitas tinggi.
Selanjutnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga layak diperhatikan. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan bahan baku baterai yang sejalan dengan tren kendaraan listrik yang semakin berkembang.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) adalah saham lainnya yang patut dicermati. Emiten ini terlibat dalam sektor tambang mineral, khususnya tembaga dan emas, yang memiliki prospek cerah di tengah permintaan global yang terus meningkat.
Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga menjadi kandidat menarik. Perusahaan ini terlibat dalam industri pertambangan batubara dan memiliki potensi pertumbuhan yang solid, terutama dalam konteks kebutuhan energi nasional.
Terakhir, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan salah satu emiten besar yang tidak boleh terlewatkan. Sebagai pemain utama di sektor barang konsumer, Unilever memiliki portofolio produk yang beragam dan dikenal luas oleh masyarakat.
Dengan berbagai kondisi yang ada, investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau pergerakan IHSG serta rekomendasi saham di atas. Memahami dinamika pasar dan melakukan analisis yang tepat akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan investasi yang cerdas.




