berita

Perang Era Netanyahu: Dampak Ekonomi hingga Rp 1.792 Triliun untuk Negara

Baru-baru ini, Bank Sentral Israel mengeluarkan laporan yang menunjukkan besaran biaya finansial yang dikeluarkan selama masa kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa total biaya yang dihabiskan untuk konflik sejak tahun 2023 hingga 2026 mencapai sekitar 112 miliar dolar AS, yang setara dengan Rp 1.792 triliun.

Menurut informasi yang diperoleh dari presstv.ir, laporan keuangan tersebut mencakup pengeluaran yang terkait dengan perang yang dilancarkan oleh Israel di Jalur Gaza dan Lebanon, serta konflik dengan Iran yang berlangsung antara 13 hingga 25 Juni tahun lalu, yang melibatkan kerjasama dengan Amerika Serikat.

Namun, angka tersebut belum mencakup keputusan-keputusan yang diambil setelah 28 Februari, yang menandai dimulainya gelombang baru agresi terhadap Republik Islam Iran oleh Israel.

Secara terpisah, surat kabar Maariv melaporkan bahwa sebelum agresi terbaru terjadi, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kabinet telah mencapai 68 persen. Diperkirakan, angka ini dapat meningkat hingga 72 persen pada tahun 2030 jika situasi ini berlanjut.

Para pengamat yang menganalisis laporan tersebut berpendapat bahwa peningkatan utang untuk membiayai perang dan memberikan kompensasi kemungkinan akan memaksa pemerintah mencari sumber pendanaan tambahan atau menaikkan pajak bagi masyarakat Israel.

Tekanan ekonomi yang semakin meningkat ini membuat Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, memberikan peringatan serius menjelang 7 April, saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan jeda serangan selama dua minggu terhadap Iran.

Menurut Smotrich, kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh terhentinya aktivitas ekonomi di Israel sejak dimulainya agresi diperkirakan mencapai sekitar 3,02 miliar dolar AS setiap minggunya.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k