Andovi da Lopez Mengungkap Dugaan Keterlibatan Orang Tua Pelaku Kasus FHUI

Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) kini menjadi sorotan publik yang cukup tajam. Dalam situasi yang semakin memanas ini, Andovi da Lopez, seorang kreator konten sekaligus alumni fakultas tersebut, merasa terpanggil untuk memberikan suaranya.
Sebagai lulusan FH UI angkatan 2012, Andovi, yang akrab disapa Dovi, menyatakan bahwa ia merasa perlu untuk berbagi pandangannya terkait isu yang tengah berkembang. Dalam pernyataannya, ia memberikan apresiasi kepada mahasiswa FH UI yang dengan cepat menyelenggarakan forum terbuka untuk membahas masalah ini. Mari kita simak lebih lanjut.
“ Saya sangat menghargai mahasiswa-mahasiswa FHUI yang sigap mengadakan forum di auditorium fakultas,” ungkap Dovi dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pada Kamis, 16 April 2026.
Namun, Dovi menegaskan bahwa isu ini lebih dalam dari sekadar permasalahan internal kampus. Ia berpendapat bahwa situasi ini adalah ujian serius bagi salah satu institusi pendidikan hukum terkemuka di Indonesia.
“Yang ingin saya sampaikan adalah, ini adalah tes nyata bagi FHUI. Jika fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak mampu menangani masalah ini dengan baik, maka ini akan menjadi cerminan bagi kondisi negara kita,” tegasnya.
Pernyataan Dovi mencerminkan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berdampak pada citra FH UI, tetapi juga menggambarkan penegakan hukum secara umum. Ia melihat bahwa perhatian publik terfokus pada langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak kampus dalam menyelesaikan masalah ini.
“Semua mata tertuju kepada Anda, FHUI,” katanya.
Menariknya, Dovi juga merujuk pada isu sensitif yang dapat memperumit penanganan kasus ini, yaitu dugaan adanya dukungan dari orang tua para terduga pelaku. Ia menyatakan bahwa latar belakang keluarga yang berpengaruh dapat menimbulkan tekanan dalam proses penyelesaian.
“ Saya mendengar bahwa banyak dari mereka berasal dari keluarga yang memiliki posisi penting,” kata Dovi.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi tersebut bisa menjadi tantangan besar dalam menjaga transparansi dan keadilan selama proses penanganan berlangsung.
“Tentu akan ada tekanan dari orang tua dan keluarga yang memiliki pengaruh,” tambah Andovi.




