berita

Pimpinan Hizbullah Tegaskan Perlawanan Terhadap Israel Adalah Hak yang Sah Selama Ada Konflik

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang mengakibatkan kematian pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026. Respons dari Hizbullah, kelompok militan yang berbasis di Lebanon, muncul sebagai reaksi terhadap insiden tersebut.

Hizbullah melancarkan serangan ke arah utara Israel sebagai tindakan balasan atas tewasnya Khamenei. Dalam pidato publik pertamanya yang disampaikan pada 4 Maret, Pimpinan Hizbullah, Naim Kassem, menekankan penolakan kelompoknya terhadap rencana pemerintah yang ingin melucuti senjata para pejuang mereka.

Naim menegaskan bahwa mereka siap menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Kami berhadapan dengan agresi… pilihan kami adalah melawan hingga pengorbanan terakhir, dan kami tidak akan menyerah. Bagi kami, ini adalah perjuangan untuk bertahan hidup,” jelasnya dalam pernyataan yang disampaikan pada 5 Maret 2026.

Lebih lanjut, Naim menegaskan komitmen Hizbullah untuk tetap berada di garis perlawanan, terutama selama Israel terus melakukan serangan terhadap negara-negara Arab.

“Selama Israel masih menduduki wilayah, maka perlawanan dan senjatanya adalah hak yang sah,” tegasnya.

Sementara itu, para pemimpin Lebanon menganggap serangan roket yang dilakukan oleh Hizbullah ke Israel sebagai tindakan ilegal dan mendesak angkatan bersenjata Lebanon untuk mengambil tindakan terhadap kelompok-kelompok bersenjata yang tidak berada di bawah kendali negara.

Militer Lebanon, yang menghadapi keterbatasan anggaran dan mendapat dukungan dari Amerika Serikat serta beberapa pemerintah lainnya, dalam beberapa bulan terakhir dikerahkan di wilayah selatan Lebanon, tempat di mana Hizbullah memiliki pengaruh militer yang kuat. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah tentara Lebanon mampu atau bersedia untuk melucuti Hizbullah dengan cara menghadapi mereka secara langsung.

Sejak hari Senin lalu, dilaporkan ada setidaknya 72 orang yang kehilangan nyawa, 437 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 83.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Rangkaian serangan yang berlangsung pada hari Rabu terus mengincar pinggiran selatan Beirut, setelah militer Israel memberikan peringatan evakuasi. Salah satu serangan menyasar sebuah gedung dekat rumah sakit besar, menurut laporan seorang fotografer AFP. Rekaman yang diambil menunjukkan asap tebal membubung dari gedung di kawasan padat penduduk, di mana beberapa warga melarikan diri saat kekerasan terjadi pada hari Senin.

Related Articles

Back to top button
slot depo qris slot qris