berita

Vatikan Tertekan oleh Pentagon Usai Kritik Paus Mengenai Perang yang Berkepanjangan

Hubungan antara Amerika Serikat dan Gereja Katolik Vatikan telah memasuki fase yang penuh ketegangan sejak awal tahun ini. Situasi ini semakin rumit ketika pejabat tinggi pertahanan AS menyampaikan pesan yang sangat keras kepada perwakilan Vatikan.

Beberapa hari setelah Paus Leo XIV menyampaikan pidato tentang keadaan dunia, Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan, Elbridge Colby, dilaporkan mengundang Kardinal Christophe Pierre, yang merupakan perwakilan Vatikan di AS, untuk sebuah pertemuan tertutup di Pentagon. Pertemuan itu berlangsung dengan suasana yang tegang dan dipenuhi dengan teguran yang tajam.

Menurut laporan yang beredar, Colby menegaskan bahwa kekuatan militer yang dimiliki oleh Amerika Serikat memungkinkan negara tersebut untuk melakukan apa pun yang diinginkan di panggung global, dan Gereja Katolik seharusnya mendukung posisi mereka.

Dalam pertemuan tersebut, seorang pejabat AS bahkan menyebutkan masa kepausan Avignon pada abad ke-14, yang mana saat itu monarki Prancis berhasil menekan Gereja Katolik. Pada periode tersebut, Paus Bonifasius VIII mengalami serangan hingga mengakibatkan kematiannya, dan pusat kepausan dipindahkan dari Roma ke Avignon, Prancis.

Mengacu pada laporan yang dirilis oleh New Republic, pemerintah di bawah kepemimpinan Donald Trump tidak menyukai kritik yang dilontarkan oleh Paus terkait kebijakan militer mereka. Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan beberapa pejabat Pentagon lainnya merasa tersinggung oleh bagian dari pidato Paus pada 9 Januari, di mana Paus menyatakan bahwa pendekatan diplomasi yang berbasis dialog mulai tergantikan oleh kekuatan, serta bahwa perang kembali dianggap sepele dan semangat untuk berperang semakin meluas.

Pidato Paus tersebut telah dianalisis dengan cermat dan dianggap sebagai sindiran langsung kepada pemerintah AS.

Sulit untuk tidak melihat pandangan Paus sebagai kritik terhadap kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump pada masa itu, di mana mereka terlibat dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, menculik pemimpin Venezuela Nicolás Maduro, serta mendorong pembubaran NATO dan melontarkan ancaman terhadap sekutu-sekutunya.

Namun, cara yang dianggap sebagai tekanan langsung ini merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hubungan antara AS dan Gereja Katolik. Tidak ada catatan publik yang menunjukkan adanya pertemuan sebelumnya antara pejabat Vatikan dan Pentagon yang memiliki nada ancaman seperti ini.

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan pemimpin Vatikan. Bahkan, Paus Leo akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana kunjungannya ke Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k