bola

Harga Tiket Piala Dunia 2026 Membuat Fans Marah, Skotlandia dan Inggris Terkena Dampak

Harga tiket untuk Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah memicu reaksi negatif dari penggemar dan ahli sepak bola. Fokus utama perhatian tertuju pada pertandingan yang digelar di AS, terutama pada final turnamen yang sangat dinantikan.

Para penggemar Inggris dan Skotlandia pastinya sudah bersiap untuk menyaksikan tim nasional mereka bertanding. Bagi pendukung Skotlandia, ini adalah kesempatan langka karena tim mereka terakhir kali berpartisipasi dalam Piala Dunia pada tahun 1998—sebuah momen yang sudah berlalu selama 28 tahun.

Namun, semangat mereka dengan cepat pudar setelah melihat harga tiket dan biaya perjalanan yang sangat tinggi. Misalnya, tiket kereta pulang-pergi dari Boston South Station menuju Foxboro Station dibanderol sebesar US$80, yang merupakan empat kali lipat dari harga normal.

Kedua tim dijadwalkan untuk bertanding di stadion tersebut: Skotlandia akan melawan Haiti pada 14 Juni, dan kemudian menghadapi Maroko lima hari setelahnya. Di sisi lain, Inggris dijadwalkan bertemu Ghana pada 23 Juni.

Bagi para penggemar yang belum mendapatkan tiket resmi, pasar sekunder atau resale menjadi mimpi buruk bagi mereka. Dilaporkan oleh GB News, sebuah tiket untuk pertandingan Skotlandia melawan Brasil di Miami dijual dengan harga fantastis mencapai £44.000, sementara harga aslinya hanya £273. Bahkan untuk final, tiket kategori 1 pernah dijual seharga US$10.000, tetapi di pasar resale bisa melonjak hingga £62.000.

Situasi paling ekstrem terjadi ketika tiket untuk laga grup Uruguay ditemukan dijual mendekati angka US$1 juta, sementara satu tiket untuk pertandingan Skotlandia melawan Brasil, yang telah meraih lima gelar juara dunia, dilaporkan dibanderol seharga £8,6 juta, menurut sumber dari Daily Record.

Saat ini, terdapat lebih dari 6.000 tiket untuk enam pertandingan grup Inggris dan Skotlandia yang tersedia di platform resmi FIFA untuk resale. Dalam hal ini, harga ditentukan oleh penjual, bukan oleh FIFA. Ironisnya, FIFA tetap memperoleh komisi sebesar 15% dari setiap transaksi yang dilakukan.

Tidak mengherankan jika banyak kelompok penggemar dari berbagai negara—termasuk Inggris dan Skotlandia—menyampaikan keprihatinan mereka. Mereka berpendapat bahwa biaya yang harus dikeluarkan oleh penggemar biasa untuk menyaksikan tim kesayangan mereka di Piala Dunia kini menjadi sangat memberatkan, bertentangan dengan semangat sepak bola yang seharusnya inklusif.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k