Suty Karno Tingkatkan Kemandirian Difabel Melalui Yayasan yang Didirikannya

Jakarta – Aktris senior Suty Karno menunjukkan komitmennya yang kuat di luar dunia seni peran. Dikenal sebagai pemeran Atun dalam sinetron legendaris “Si Doel Anak Sekolahan”, saat ini ia tengah menggeluti peran baru sebagai pendiri Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI), yang bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas dan meningkatkan kemandirian difabel.
Belum lama ini, upaya Suty Karno dalam menciptakan ruang bagi sahabat difabel mendapatkan sambutan positif serta dukungan dari berbagai pihak. Ia menerima kunjungan yang disertai penyerahan bantuan untuk pelatihan dari perwakilan lembaga keuangan di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Duren Sawit, pada hari Jumat, 24 April.
Dalam acara tersebut, Suty Karno yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina YaSDI, terlihat akrab berinteraksi dengan anggota binaannya. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan kepada yayasan yang didirikannya, yang berfokus pada peningkatan kemandirian difabel.
“Terima kasih atas perhatian yang telah diberikan. Bantuan ini sangat berharga untuk mendukung fasilitas pelatihan dan memperkuat program pemberdayaan yang kami laksanakan bagi sahabat disabilitas,” ungkap Suty Karno dengan penuh rasa syukur.
Dukungan yang konkret ini salah satunya datang dari Bank Jakarta. Melalui Direktur Kepatuhannya, Ateng Rivai, bank tersebut menyerahkan bantuan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-65 perusahaan. Ateng menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan ekosistem yang inklusif, sehingga penyandang disabilitas dapat memiliki kesempatan untuk mandiri.
YaSDI sendiri dikenal aktif dalam pengembangan keterampilan kerja bagi anggotanya. Di bawah kepemimpinan Suty Karno, yayasan ini secara rutin mengadakan berbagai kegiatan, termasuk pelatihan kerja, audiensi dengan pihak pemerintah, serta kegiatan sosial seperti sunatan massal untuk penyandang disabilitas.
Inisiatif Suty Karno ini menjadi bukti bahwa dia memanfaatkan popularitasnya sebagai publik figur untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang memerlukan dukungan dalam hal keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Jakarta, diharapkan dapat berlanjut dan semakin menguatkan langkah pemberdayaan ini. Harapan tersebut adalah untuk menciptakan keadilan sosial yang lebih merata bagi seluruh elemen masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas yang berjuang untuk mencapai kemandirian mereka.




