bisnis

Sektor Migas Mendorong Pemberdayaan Masyarakat untuk Memaksimalkan Potensi Ekonomi Lokal

Kehadiran industri minyak dan gas bumi (migas) di suatu daerah tidak hanya terbatas pada aktivitas operasional dan produksi energi semata. Pemberdayaan masyarakat di sekeliling wilayah operasi menjadi elemen krusial dalam menciptakan manfaat yang akan dirasakan secara berkelanjutan.

Strategi pemberdayaan masyarakat saat ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program-program tertentu, tetapi juga pada upaya untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat menciptakan kemandirian sosial, ekonomi, dan lingkungan yang solid.

Prinsip ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh PT Pertamina EP di area operasional mereka.

Manajer Komunikasi, Hubungan, dan CID Regional Jawa Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, menyatakan bahwa setiap program pemberdayaan diharapkan tidak hanya berakhir pada kegiatan fisik, melainkan juga dapat meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Kami ingin setiap inisiatif yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kegiatan, tetapi juga mampu membentuk kapasitas, kemandirian, dan keberlanjutan, sehingga manfaatnya dapat terus dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Pinto dalam keterangannya pada 8 Oktober 2026.

Pinto menambahkan bahwa salah satu indikator keberhasilan dalam pemberdayaan masyarakat adalah kemampuan warga untuk melanjutkan dan mengembangkan manfaat yang telah dibangun melalui program kolaboratif.

Oleh karena itu, menjalin kolaborasi dengan kelompok masyarakat serta para pemangku kepentingan menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program-program tersebut.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa setiap kegiatan yang dijalankan memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional migas.

“Karena itu, kerjasama dengan kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan sangatlah krusial untuk memastikan bahwa program yang dicanangkan dapat memberikan kontribusi positif dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan di area operasional,” tuturnya.

Salah satu contoh konkret dari upaya pemberdayaan ini adalah melalui pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan yang dilakukan di wilayah Jatibarang Field.

Melalui program Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan (Jari Tangan), masyarakat didorong untuk mengembangkan budidaya hortikultura secara berkelanjutan.

Program ini juga berfokus pada pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna, sehingga kegiatan pemberdayaan tidak hanya terfokus pada hasil pertanian, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya yang ada di lingkungan masyarakat.

Related Articles

Back to top button
kpkgg