Pakistan Konfirmasi AS dan Iran Siap Lanjutkan Perundingan Isu Nuklir yang Krusial

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat dan Iran menunjukkan kesediaan untuk melanjutkan dialog yang berkelanjutan. Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan terhadap berbagai spekulasi mengenai kemungkinan pertemuan antara kedua pihak yang akan berlangsung di Islamabad.
Tahir Andrabi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, menjelaskan bahwa rincian mengenai lokasi di mana delegasi dari AS dan Iran akan melanjutkan perundingan adalah urusan internal antara kedua negara. Hal ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal, Geo TV.
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Islamabad, Andrabi menyatakan bahwa program nuklir Iran menjadi salah satu isu utama dalam perundingan yang sedang berlangsung. Ia menggambarkan situasi ini sebagai sebuah proses yang serius dan konstruktif, di mana kedua pihak berupaya untuk mencapai kesepakatan.
Ia menambahkan bahwa saat ini tidak ada terobosan yang signifikan, namun isu nuklir tetap menjadi fokus utama dari diskusi tersebut. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada kemajuan, tantangan masih ada di depan.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya Pakistan untuk meningkatkan peran mediasi, setelah pembicaraan antara AS dan Iran selama 16 jam pada akhir pekan lalu berakhir tanpa mencapai kesepakatan yang diharapkan.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, saat ini sedang melakukan kunjungan ke beberapa negara di kawasan, yaitu Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Sementara itu, Jenderal Asim Munir, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, melakukan perjalanan ke Iran untuk berunding dengan para pemimpin negara tersebut.
Pakistan telah mengambil langkah sebagai tuan rumah dalam perundingan antara AS dan Iran setelah berhasil menengahi gencatan senjata selama 14 hari yang dimulai pada 8 April lalu. Ini menunjukkan komitmen Pakistan dalam menciptakan iklim yang lebih stabil di kawasan tersebut.
Andrabi juga mengutuk serangan yang dilakukan oleh Israel di Lebanon, menyatakan bahwa situasi di daerah tersebut merupakan bagian dari proses negosiasi yang lebih luas dan upaya perdamaian di kawasan. Ia menambahkan bahwa adanya “tanda-tanda perbaikan” di daerah konflik Israel-Lebanon merupakan hal yang menggembirakan dan patut dicatat.
Ia menegaskan, “Deeskalasi akan sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi dialog yang lebih lanjut.” Hal ini menunjukkan harapan akan tercapainya perdamaian yang lebih berkelanjutan di kawasan yang telah lama dilanda konflik.




