Minat Investasi Asing ke Indonesia Tetap Tinggi, Menjadi Daya Tarik Utama

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya memperkuat iklim investasi di dalam negeri guna mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan. Hal ini menjadi kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di kawasan.
Menteri Investasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa ketertarikan investor terhadap Indonesia tetap berada pada level yang tinggi, meskipun situasi geopolitik global saat ini mengalami dinamika yang cukup kompleks. Realisasi investasi di Indonesia menunjukkan tren positif, dengan capaian yang meningkat secara signifikan selama dekade terakhir.
“Walaupun situasi saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perang dan kondisi geopolitik, minat untuk berinvestasi di Indonesia tetap sangat kuat. Ini terlihat dari jumlah investasi yang masuk sesuai dengan target yang telah ditetapkan, bahkan mengalami peningkatan yang cukup berarti,” ungkap Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada tanggal 31 April 2026.
Lebih jauh, Rosan menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah menekankan perlunya menjaga kondisi ini agar tetap stabil dan akselerasi realisasi investasi di dalam negeri harus dilakukan segera. Oleh karena itu, Presiden meminta agar iklim investasi di Indonesia tetap kondusif dan tidak terganggu oleh regulasi yang tidak efisien.
“Penting untuk memastikan bahwa regulasi yang ada tidak menjadi penghalang. Peraturan-peraturan yang menghambat sebaiknya ditinjau kembali dan dihapus jika memang tidak mendukung investasi,” jelas Rosan.
Rosan juga menekankan bahwa untuk meningkatkan kualitas iklim investasi, pemerintah harus melakukan perbaikan kebijakan dengan merujuk pada praktik terbaik di tingkat internasional.
Ini mencakup upaya untuk membandingkan kebijakan yang ada dengan negara-negara di ASEAN serta standar dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
“Presiden menekankan pentingnya untuk terus meningkatkan iklim investasi di Indonesia dengan melakukan benchmarking terhadap negara-negara ASEAN dan peraturan-peraturan dari OECD, serta standar lainnya,” imbuhnya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan menciptakan iklim investasi yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif, Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan kepercayaan investor, tetapi juga mempercepat proses transformasi ekonomi menuju nilai tambah yang lebih tinggi.




