Astra Tunjuk Pimpinan Baru dan Chatib Basri Jadi Komisaris, Target 2026 Ditetapkan

Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) telah melakukan perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinannya setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 23 April 2026. Dalam langkah ini, perusahaan menunjuk Rudy sebagai Presiden Direktur yang baru dan mengangkat Muhammad Chatib Basri, mantan Menteri Keuangan di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Komisaris Independen.
Selain Chatib Basri, posisi Komisaris Independen juga diisi oleh Muliaman Darmansyah Hadad, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode 2012 hingga 2017. Manajemen ASII juga mengangkat Prijono Sugiarto, seorang tokoh berpengalaman dalam perusahaan, sebagai Presiden Komisaris.
Rudy menegaskan bahwa fokus utama perusahaan tetap pada penguatan perannya sebagai aset bangsa. Dengan adanya jajaran baru ini, ia berkomitmen untuk memastikan bahwa Astra akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan Indonesia.
“Catur dharma pertama adalah assets to the nation. Jadi jika kita membahas visi, bagi saya itu sangat sederhana. Kita harus memastikan bahwa Astra terus tumbuh dan tetap relevan, menjadi kebanggaan bangsa. Menjadi aset untuk Indonesia,” ungkap Rudy dalam RUPST ASII yang berlangsung di Jakarta.
Untuk mencapai visi tersebut, Rudy menyatakan bahwa perusahaan akan memanfaatkan kekuatan pada portofolio bisnis yang ada. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam penguatan portofolio di berbagai sektor yang strategis agar tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar.
“Portofolio yang seimbang di mana kita juga menjadi pemimpin pasar dalam bidang yang kita masuki. Intinya, jika kita mengikuti prinsip ini, kita akan konsisten dalam pertumbuhan dan mampu bertahan di berbagai siklus ekonomi,” tambahnya.
Di sisi lain, Rudy juga menyoroti pentingnya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam mencapai tujuan perusahaan. “Harus ada SDM yang menjalankan visi ini. Oleh karena itu, perlu disiapkan talenta dan kepemimpinan yang memadai,” jelas Rudy.
Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan bisnis Astra harus berjalan seiring dengan kontribusi kepada masyarakat. Rudy berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan dampak sosial yang dihasilkan oleh perusahaan.
Dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang, Rudy mengingatkan akan pentingnya menjaga stabilitas operasional serta disiplin dalam menjalankan strategi bisnis. Ia menjelaskan bahwa baik direksi maupun komisaris harus memastikan bahwa setiap lini usaha beroperasi sesuai dengan indikator kinerja utama (KPI) yang telah ditetapkan.




