AS Awasi Lintasan Kapal di Selat Hormuz, Iran: Tindakan Tegas Diharapkan

Iran menyatakan kesiapan untuk menghadapi potensi pengerahan pasukan Amerika Serikat yang bertujuan mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang sangat penting bagi perdagangan energi global.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran, Ali Mohammad Naini, menyampaikan bahwa mereka menantikan kehadiran konvoi militer AS jika rencana tersebut benar-benar dilaksanakan.
“Iran menyambut baik kemungkinan bahwa pasukan AS akan mengawal tanker-tanker yang melintasi Selat Hormuz. Kami akan siap menyambut kedatangan mereka,” ungkap Naini, sebagaimana dilaporkan oleh media massa Iran.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, yang disertai dengan kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan rute utama untuk pengiriman minyak global.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memberikan sinyal kemungkinan pengerahan angkatan laut untuk mengawasi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran terkait pasokan minyak.
Pengiriman melalui selat tersebut dilaporkan mengalami gangguan setelah serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur vital untuk ekspor minyak dan gas dari Teluk Persia, menyumbang sekitar 20% dari total perdagangan minyak global, termasuk produk-produk petroleum dan gas alam cair.
Pada 28 Februari, AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran yang menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban di kalangan sipil. Sebagai respons, Iran melakukan serangan balik terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.




