Bursa Asia Tertekan Akibat Perang Berkepanjangan AS-Iran, Indeks Kospi Korea Selatan Jatuh 7%

Bursa Asia-Pasifik mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 4 Maret 2026. Penurunan ini dipimpin oleh indeks Kospi dari Korea Selatan, yang tertekan akibat aksi jual saham yang berlanjut di tengah meningkatnya ketegangan terkait konflik di Timur Tengah.
Indeks Kospi mengalami penurunan sebesar 7,24 persen, menjadikannya sebagai penurunan terburuk dalam kurun waktu 19 bulan terakhir. Aksi jual ini sudah dimulai sejak sesi perdagangan sebelumnya, yaitu pada Selasa, 3 Maret 2026.
Para investor di kawasan Asia kini sedang memantau dengan seksama pertemuan tahunan para pembuat kebijakan Tiongkok yang dikenal dengan sebutan “Dua Sesi”. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026, di mana Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, akan memaparkan serangkaian target ekonomi yang sebagian besar telah diputuskan dalam pertemuan yang berlangsung pada bulan Desember 2025.
Berdasarkan informasi dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan sebesar 1,59 persen. Sementara itu, indeks Topix jatuh dengan penurunan sebesar 1,61 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mencatatkan pelemahan sebesar 1,81 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong juga mengalami penurunan yang signifikan, jatuh ke level 25.448 dari level sebelumnya 25.768,08.
Bursa saham di AS, khususnya Wall Street, menunjukkan volatilitas yang tinggi akibat kekhawatiran yang muncul dari konflik berkepanjangan antara AS dan Iran. Kecemasan investor semakin meningkat setelah pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump, yang menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz jika diperlukan.
Trump menyatakan, “Apapun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan aliran energi bebas ke seluruh dunia. Kekuatan ekonomi dan militer Amerika Serikat adalah yang terbesar di dunia,” dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Selasa sore, 3 Maret 2026.
Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 403,51 poin, atau 0,83 persen, ke level 48.501,27. Di sisi lain, indeks S&P 500 juga merosot 0,94 persen hingga mencapai level 6.816,63.
Nasdaq Composite terjun 1,02 persen menjadi 22.516,69. Pada titik terendah hari tersebut, S&P 500 kehilangan hingga 2,5 persen, sedangkan Nasdaq terjun sekitar 2,7 persen dan Dow Jones merosot lebih dari 1.200 poin, atau sekitar 2,6 persen.


