Modus Kecurangan Antrean Haji yang Terungkap dan Cara Menghindarinya

Jakarta – Untuk menanggulangi praktik kecurangan dalam antrean haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan integrasi data secara komprehensif.
“Saya yakin, jika data ini sudah terintegrasi dengan baik, maka tidak akan ada lagi celah untuk praktik-praktik curang yang bertujuan untuk mempercepat keberangkatan,” ungkap Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, pada hari Jumat.
Berbagai modus kecurangan muncul terkait pengelolaan data dalam proses keberangkatan haji. Salah satu contohnya adalah adanya jamaah yang mengubah informasi mengenai usianya demi mendapatkan prioritas dalam antrean.
“Ditemukan beberapa kasus di mana jamaah dengan usia sebenarnya 50 tahun, mengubahnya menjadi hampir 70 tahun. Tujuannya jelas, yakni untuk memperoleh dua keuntungan: prioritas sebagai lansia dan kesempatan untuk mendapatkan pendampingan selama ibadah haji,” jelasnya.
Manipulasi data juga terjadi pada calon jamaah haji yang telah meninggal dunia, di mana informasi mereka dimanfaatkan untuk penggantian keberangkatan.
“Orang yang sudah meninggal dapat digantikan oleh ahli warisnya, seperti anaknya. Di sinilah terjadi permainan, di mana orang yang bukan anaknya dapat dianggap sebagai penggantinya,” lanjut Menhaj.
Dengan menjalin kerjasama bersama Kementerian Dalam Negeri dan melakukan sinkronisasi antara Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) serta data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), diharapkan kecurangan dapat diminimalisir.
Kedepannya, semua informasi identitas seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat terkini, status kependudukan, hingga data ahli waris akan diselaraskan dengan kondisi dan identitas yang sebenarnya.
Proses sinkronisasi ini bersifat administratif dan tidak akan mempengaruhi nomor antrean (nomor porsi) atau estimasi tahun keberangkatan. Jamaah tidak perlu khawatir untuk melakukan pengurusan tambahan, karena sebagian besar proses pemadanan akan berjalan secara otomatis di sistem backend.




