berita

Dampak Banjir Bandang di Solok: 240 Warga Menghadapi Tantangan Serius

Sebanyak 240 warga yang tinggal di tiga kawasan perumahan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kini menghadapi tantangan serius akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Dampak yang dirasakan bervariasi, dengan beberapa warga terkena langsung dan yang lainnya mengalami pengaruh tidak langsung dari bencana ini.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengungkapkan bahwa warga yang terdampak tersebut tersebar di tiga kawasan perumahan, dan tingkat kerusakannya berbeda-beda sebagai akibat dari bencana banjir bandang ini.

“Ada tiga kawasan perumahan yang terkena dampak. Dari data yang kami terima, sekitar 240 warga kami berada dalam situasi ini, di mana ada yang terdampak secara langsung dan ada pula yang tidak,” jelasnya saat meninjau Perumahan Nuansa Griya, Arosuka, pada Rabu, 23 September 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa penanganan terhadap warga yang terdampak dilakukan dengan membersihkan sisa-sisa material lumpur yang menggenangi jalan-jalan dan area sekitar perumahan.

Pemerintah Kabupaten Solok, bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, serta relawan dan pihak terkait lainnya, telah dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa material yang ditinggalkan oleh banjir bandang di kawasan tersebut.

Selain melakukan pembersihan, pemerintah juga mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terkena dampak bencana ini.

Bupati Solok menambahkan, dukungan dari relawan yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat turut mempercepat proses pembersihan serta penanganan warga yang terdampak di beberapa lokasi.

Menurutnya, penanganan bencana ini dilakukan secara kolaboratif, mengingat dampak yang ditimbulkan memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak, terutama dalam hal pembersihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Banjir bandang ini juga dijadikan bahan evaluasi oleh pemerintah Kabupaten Solok untuk meninjau kembali kondisi kawasan, keselamatan masyarakat, serta proses perizinan yang berkaitan dengan daerah yang terdampak.

“Proses perizinan AMDAL akan kami telaah secara mendetail, untuk memahami bagaimana prosesnya dan akan kami evaluasi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Solok juga mulai membahas kemungkinan untuk memindahkan kawasan perkantoran jika evaluasi menunjukan bahwa lokasi tersebut berisiko bagi keselamatan pegawai dan masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa rencana pemindahan kawasan perkantoran ini masih dalam tahap wacana awal dan belum menjadi keputusan final dari pemerintah setempat.

Di lapangan, aparatur sipil negara (ASN) turut ambil bagian dalam membersihkan area yang terkena dampak material banjir bandang, bekerja sama dengan TNI, Polri, serta relawan dan unsur lainnya.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k