bola

Rekan Jay Idzes Terbukti Positif Narkoba, Sassuolo Hadapi Masalah Jelang Pertandingan Melawan Juventus

Sassuolo menghadapi situasi yang mengecewakan menjelang laga melawan Juventus dalam kompetisi Serie A 2026/27. Salah satu pemain kunci mereka, Cristian Volpato, terjerat dalam kontroversi terkait dugaan penggunaan kokain setelah hasil tes narkoba yang dilakukan oleh kepolisian Australia menunjukkan hasil positif.

Kasus ini muncul ketika Volpato berada di Australia usai membela Timnas Australia di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 22 tahun tersebut terlibat masalah dengan kepolisian New South Wales setelah tertangkap mengemudikan kendaraan dengan kecepatan 109 kilometer per jam di area yang memiliki batas kecepatan hanya 60 km/jam.

Insiden tersebut terjadi di Anzac Bridge, Sydney, pada bulan Juli 2026. Selain menghadapi masalah pelanggaran lalu lintas, Volpato juga menjalani tes narkoba di lokasi kejadian.

Hasil awal menunjukkan adanya indikasi kokain dalam sampel air liurnya. Walaupun begitu, Volpato langsung membantah bahwa ia pernah mengonsumsi kokain secara sadar.

Pemain yang lahir di Sydney ini bahkan mengambil inisiatif untuk menjalani pemeriksaan tambahan di fasilitas medis. Hasil tes urine yang dilakukannya menyatakan bahwa tidak ditemukan jejak kokain atau zat terlarang lainnya.

Namun, masalah tidak berakhir di situ. Kepolisian New South Wales melanjutkan pemeriksaan terhadap sampel air liur Volpato dan hasilnya kembali menunjukkan positif terhadap zat kokain.

Kabar ini dikonfirmasi pada Rabu, 9 September 2026, dan langsung menarik perhatian publik, terutama menjelang persiapan Volpato bersama Sassuolo untuk pertandingan melawan Juventus.

Volpato bersikeras bahwa dirinya tidak pernah menggunakan kokain. Melalui kuasa hukumnya, Paul McGirr, pemain Sassuolo ini dengan tegas mengulangi bantahannya.

“Klien kami tidak pernah menyentuh kokain dan dengan tegas membantah pernah mengonsumsinya,” ungkap McGirr.

Pihak Volpato juga mempertanyakan keakuratan hasil tes yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Sang pemain meyakini bahwa ada kemungkinan dirinya menjadi korban dari minuman yang dicampur dengan zat tertentu saat menghadiri sebuah pesta pada 21 Juli lalu.

Di sisi lain, Volpato telah dikenakan denda sebesar 722 dolar Australia karena pelanggaran tersebut. Selain itu, izin mengemudinya di Australia juga dicabut selama enam bulan akibat pelanggaran kecepatan. Namun, hasil pemeriksaan yang dilakukan setelah Volpato kembali ke Italia justru menunjukkan hasil yang berbeda.

Sassuolo telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Volpato setelah berita tentang kasus ini muncul. Tes urine dan darah yang dilaksanakan di Italia dilaporkan memberikan hasil negatif.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k