Jakarta – Seorang wanita berinisial LK (26) melaporkan dugaan pengeroyokan yang terkait dengan penggunaan petasan dan kembang api yang mengganggu ketentraman warga di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/10/2026) hingga Minggu (4/10/2026).
“Seorang warga memutuskan untuk melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Jakarta Selatan. Pada tanggal 5 Oktober, LK datang untuk melaporkan tindakan yang dialaminya, yang mencakup dugaan pengeroyokan dan/atau penganiayaan,” ungkap Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B/4008/X/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.
Joko menjelaskan bahwa sebelum laporan tersebut dibuat, telah dilakukan dua kali mediasi antara warga dan penyelenggara kegiatan. Namun, upaya tersebut belum berhasil mencapai kesepakatan.
“Terdapat konflik sebelumnya antara penyelenggara kegiatan agama dan masyarakat yang merasa terganggu oleh suara kembang api. Mediasi telah dilakukan dua kali, tetapi belum berhasil menemukan titik terang,” jelas Joko.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan medis terhadap LK. Hasil dari visum tersebut akan menjadi salah satu bukti dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
“Menurut penjelasan dari LK, ia mengalami tindakan didorong, dijambak, dan dipukul. Kami telah melakukan visum untuk mendapatkan hasil medis, yang nanti akan menjadi pertimbangan dalam penyelidikan,” tambah Joko.
Dia menekankan bahwa masalah yang dikeluhkan oleh warga bukanlah terkait dengan kegiatan keagamaan itu sendiri, melainkan dampak dari penggunaan kembang api yang mengganggu ketenteraman.
Rekaman yang diperoleh pihak polisi menunjukkan adanya aksi saling dorong di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.
“Dari segi kegiatan keagamaan, warga tidak memiliki keberatan,” lanjut Joko.
Namun, hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan siapa saja yang terlibat dalam dugaan kasus pengeroyokan ini.
Identitas individu yang diduga melakukan kekerasan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Siapa yang terlibat dan apa peran mereka, akan kami telusuri lebih dalam melalui penyelidikan,” imbuh Joko.
Hingga saat ini, pihak kepolisian baru menerima satu laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut, sementara proses penyelidikan terhadap terlapor masih berlangsung.

