Warga Muslim di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada hari Kamis, dengan melaksanakan Salat Ied di Masjid Hasan Soleman yang dimulai sejak pagi.
Imam Masjid Hila, Abdul Kadir Ollong, menjelaskan bahwa penetapan awal Ramadhan dihitung berdasarkan 1 Muharram 1447 Hijriah, dan semua perhitungan tersebut berlanjut hingga 1 Syawal yang dirayakan hari ini.
Shalat Idul Fitri yang berlangsung di masjid tersebut dihadiri oleh ribuan jamaah, dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan suasana khidmat. Ibadah dimulai sekitar pukul 08.13 WIT dan dipimpin oleh Imam Abdul Kadir Ollong, sementara khutbah disampaikan oleh Yusuf Lating.
Perayaan Idul Fitri di Hila tahun ini dilaksanakan lebih awal dibandingkan dengan ketetapan resmi pemerintah. Warga setempat diketahui menjalankan puasa Ramadhan dua hari lebih awal, mengacu pada perhitungan penanggalan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam khutbahnya, Khatib Yusuf Lating mengingatkan para jamaah tentang pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia juga menyoroti kondisi moral masyarakat yang dinilai mulai melupakan nilai-nilai agama yang seharusnya dijunjung tinggi.
“Masalah yang kita hadapi saat ini adalah kurangnya rasa takut kepada Allah SWT. Kita masih bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensi. Banyak tindakan negatif yang dianggap biasa. Mari kita ubah sikap ini dan berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia juga mengajak para jamaah untuk menjaga hubungan silaturahmi di antara sesama. Menurutnya, kemuliaan seseorang tidak terletak pada harta atau penampilan, tetapi pada hati dan perbuatan baik yang dilakukan.
“Memutuskan silaturahmi hanya akan membawa kita ke tempat yang tidak diinginkan. Hubungan yang baik dapat menghapus dosa-dosa kita,” tambahnya.
Setelah pelaksanaan Salat Ied, warga melanjutkan tradisi saling bersalam-salaman sebagai bentuk permohonan maaf. Suasana hangat dan penuh kebersamaan sangat terasa di seluruh negeri, dengan warga yang saling berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat.
Pelaksanaan Idul Fitri di Hila berlangsung dengan lancar dan penuh rasa syukur, menandai berakhirnya bulan Ramadhan yang telah dijalani selama 30 hari.
Selain Negeri Hila, beberapa negeri lain di Leihitu, Maluku Tengah, juga merayakan Lebaran Idul Fitri pada hari ini, termasuk Negeri Wakal, Negeri Lima, dan Seith.

