Jakarta – Isu mengenai kepemilikan ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali membawa nama Uya Kuya ke dalam sorotan publik. Dengan tegas, Uya membantah segala tuduhan yang mengarah kepadanya, menegaskan bahwa ia tidak memiliki dapur MBG sama sekali.
Dalam penjelasannya, Uya menyampaikan bahwa satu-satunya dapur yang ia kelola adalah restoran pribadinya yang terletak di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai situasi ini.
“Saya merasa bingung dengan cerita yang menyatakan bahwa saya memiliki dapur MBG. Sampai saat ini, saya tidak memiliki dapur MBG, kecuali dapur restoran saya di Benhil yang bernama Asli Rasa,” tuturnya ketika dihubungi oleh awak media pada hari Senin, 20 April 2026.
Pernyataan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang beredar luas di media sosial, terutama dari postingan-postingan yang menampilkan foto dirinya dengan narasi yang menyesatkan.
Lebih dari sekadar klarifikasi, Uya juga mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun-akun yang menyebarkan informasi hoaks tersebut ke Polda Metro Jaya. Ia menganggap bahwa informasi yang beredar tidak hanya merugikan reputasinya, tetapi juga dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.
“Saya merasa perlu mengambil tindakan hukum karena hoaks ini. Ingat, penjarahan rumah saya sebelumnya juga disebabkan oleh video-video hoaks yang beredar secara masif. Banyak video lama dari TikTok saya yang disertai tulisan-tulisan yang seolah-olah merupakan pernyataan saya, padahal saya tidak pernah berbicara apapun dalam konteks itu,” ujar Uya.
Kasus ini mengingatkan kembali pada insiden sebelumnya, ketika rumah Uya menjadi korban penjarahan akibat berita bohong yang viral. Ia merasa pola serangan serupa kembali terulang.
“Mereka ingin apa lagi dari saya? Rumah dan keluarga saya sudah menjadi korban karena video hoaks yang diolah dari video-video lama saya dengan tambahan tulisan seolah-olah itu adalah pernyataan saya. Dan hingga kini, rumah saya yang dijarah belum sepenuhnya direnovasi, sekarang saya kembali difitnah,” keluhnya.
Pihak kepolisian melalui Kabid Humas Budi Hermanto membenarkan adanya laporan yang diajukan terkait penyebaran berita bohong tersebut.
“Ya, benar. Kami menangani kasus terkait penyebaran berita yang tidak benar,” ujar Kombes Budi Hermanto.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sementara itu, Uya berharap klarifikasinya dapat membantu meluruskan informasi yang beredar dan menghentikan spekulasi yang terus berkembang di tengah masyarakat.

