Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Trump Menanggapi Kritikan Terhadap Paus Leo dengan Pernyataan Hak untuk Tidak Setuju

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan untuk membela diri terkait kritik yang ditujukan kepada Paus Leo XIV. Seperti yang diketahui, sebelumnya Trump mengemukakan pandangannya terhadap Paus Leo setelah pemimpin Gereja Katolik itu secara terbuka menentang tindakan militer terhadap Iran.

Dalam pernyataan yang diungkapkan pada hari Kamis waktu setempat, Trump menegaskan bahwa ia tidak memiliki masalah pribadi dengan Paus Leo. Namun, ia merasa berhak untuk tidak setuju dengan pendapat yang disampaikan oleh Paus.

Trump mengkritik seorang pemimpin spiritual global yang mengizinkan Iran untuk memiliki senjata nuklir, meskipun pernyataan tersebut tidak pernah diucapkan oleh Paus asal Amerika Serikat itu.

“Paus berhak untuk mengungkapkan pendapatnya, dan saya mendukungnya untuk berbicara bebas, tetapi saya juga berhak untuk tidak sependapat. Saya meyakini bahwa Iran seharusnya tidak memiliki akses terhadap senjata nuklir,” ujar Trump, seperti yang dilansir dari sumber berita pada 17 April 2026.

Ketika ditanya mengenai dukungan yang diberikan oleh para uskup Amerika Serikat terhadap pernyataan Paus, Trump menjelaskan bahwa ia mendukung Paus dalam hal penyebaran Injil, namun tidak dalam konteks masalah Iran.

“Saya ingin dia terus menyebarkan Injil. Saya sangat mendukung misi Injil tersebut. Namun, saya juga percaya bahwa kita tidak bisa membiarkan negara-negara tertentu yang berbahaya memiliki senjata nuklir. Paus mungkin tidak sependapat dengan saya mengenai hal ini, tetapi setiap orang berhak memiliki pandangan masing-masing,” tambahnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, Trump semakin mempertegas kritiknya terhadap Paus yang secara terbuka menentang serangan AS-Israel terhadap Iran, serta memperingatkan tentang potensi ‘kegilaan perang’. Paus juga mengekspresikan keprihatinan terkait krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

Presiden AS tersebut menyebut Paus sebagai sosok yang “lemah” dalam hal kebijakan luar negeri. Ia bahkan mengklaim bahwa Paus berkontribusi terhadap proses pengangkatannya, pernyataan ini memicu reaksi negatif dari berbagai kalangan Kristen di Amerika Serikat.

Di sisi lain, pernyataan yang dikeluarkan oleh Trump ini juga memicu ketegangan dengan Italia, setelah ia menunjukkan kemungkinan untuk mengevaluasi kembali komitmen pertahanan Washington terhadap negara tersebut.

Exit mobile version