Pengamat sepak bola, Haris Pardede, yang akrab disapa Bung Harpa, menilai bahwa performa Timnas Indonesia justru mengalami penurunan di bawah arahan John Herdman.
Pandangan tersebut diungkapkan setelah skuad Garuda gagal melangkah ke semifinal ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026.
Hasil mengecewakan tersebut didapat setelah Rizky Ridho dan rekan-rekannya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada pertandingan terakhir Grup A yang digelar di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada 7 Agustus 2026.
Bung Harpa menilai bahwa kemunduran Timnas Indonesia tidak hanya dapat dilihat dari aspek permainan di lapangan, tetapi juga pada perubahan emosi yang ditunjukkan oleh para pemain. Ia mengungkapkan bahwa salah satu contohnya adalah Thom Haye, yang semakin sering menunjukkan kemarahan, baik kepada lawan maupun kepada suporter.
“Melihat permainan kita, semakin lama semakin menurun. Penurunan ini bukan hanya soal teknik di lapangan. Contohnya, reaksi emosional pemain juga berubah. Thom Haye kini sering marah-marah, tidak hanya kepada rekan satu tim, tetapi juga kepada fans,” kata Bung Harpa dalam sebuah wawancara di YouTube Ruang Publik, yang dikutip pada 16 Agustus 2026.
Ia kemudian mengkritisi beberapa keputusan yang diambil oleh John Herdman, terutama dalam hal pemilihan pemain dan pergantian pemain. Menurutnya, terdapat beberapa pemain yang sebelumnya tidak dipanggil oleh Shin Tae-yong, namun kini kembali dipanggil oleh Herdman ke Timnas Indonesia.
“Menurut saya, banyak keputusan pemilihan pemain yang tidak tepat. Pemain-pemain yang sudah ditinggalkan oleh Shin Tae-yong, yang terbukti tidak memberikan kontribusi, justru dipanggil kembali. Seperti Nadeo, Marc Klok, Saddil, Eliano, dan mereka tidak memberikan hasil yang diharapkan!” ungkap Bung Harpa.
Bung Harpa berpendapat bahwa keputusan tersebut menunjukkan bahwa Timnas Indonesia tidak mengalami perkembangan seperti yang diharapkan. Bahkan, ia berani menyatakan bahwa versi terbaru dari skuad Garuda justru menunjukkan kemunduran.
“Artinya, versi terbaru ini bukan hanya tidak ada kemajuan, tetapi malah mundur,” tuturnya.
Kritik lainnya ditujukan kepada John Herdman yang dinilai belum sepenuhnya memahami karakteristik pemain Indonesia. Bung Harpa menyoroti Ricky Kambuaya sebagai salah satu pemain yang memiliki profil unik, tetapi tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk dipanggil dalam empat pertandingan terakhir.
“Misalnya, Ricky Kambuaya yang saya lihat memiliki profil pemain yang sangat unik, yang sulit ditemukan seperti Thom Haye. Namun, ia tidak pernah dipanggil,” ujarnya.

