Delegasi panjat tebing Indonesia telah memulai perjalanan mereka ke China untuk berpartisipasi dalam kejuaraan bergengsi World Climbing Asia Championship Meisan 2026. Tim yang terdiri dari 22 individu, termasuk atlet, pelatih, dan ofisial, berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada malam Minggu (5 April).
Wahyu Pristiawan Buntoro, yang menjabat sebagai Ketua Delegasi sekaligus Manajer Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia, mengonfirmasi keberangkatan tim pada pukul 22.50 WIB. Mereka dijadwalkan tiba di China pada pukul 05.50 waktu setempat pada hari Senin.
Setelah tiba di Meisan, seluruh anggota tim akan langsung menuju hotel untuk beristirahat secara menyeluruh. Galar Pandu Asmoro, pelatih untuk disiplin speed, menekankan pentingnya proses pemulihan pasca perjalanan panjang untuk memastikan atlet berada dalam kondisi fisik terbaik sebelum kompetisi dimulai.
“Saat kami beradaptasi dengan iklim dan kondisi di sini, kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak,” ungkap Galar seperti yang dilaporkan oleh media.
Misi utama tim ini adalah untuk meraih tiket menuju Asian Games 2026 yang akan dilaksanakan di Aichi-Nagoya, Jepang. Kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 12 April 2026 ini bukan hanya sekadar kompetisi biasa, melainkan juga merupakan ajang kualifikasi yang sangat penting.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) telah menetapkan target ambisius bagi para atlet untuk meraih tiket menuju Jepang. Pada disiplin speed, baik atlet putra maupun putri diharuskan untuk mencapai posisi delapan besar.
Sementara itu, untuk disiplin Lead dan Boulder, atlet dituntut untuk menyelesaikan perlombaan dengan peringkat minimal di enam besar. Saat ini, Indonesia sudah memastikan tiga wakil untuk Asian Games, yaitu Putra Tri Ramadani, Sukma Lintang Cahyani, dan Ravianto Ramadhan.
Berikut adalah daftar 16 atlet yang akan berjuang di Meisan:
1. Disiplin Speed
2. Disiplin Lead & Boulder
Kejuaraan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk menunjukkan kembali dominasi mereka di level Asia, terutama pada nomor speed, yang selama ini menjadi keunggulan Indonesia dalam kancah internasional.

