Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Tiga Personel Militer Australia Terlibat di Kapal Selam AS yang Menyerang Kapal Perang Iran

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengonfirmasi bahwa tiga anggota Angkatan Pertahanan Australia (ADF) berada di kapal selam milik Amerika Serikat yang terlibat dalam insiden penenggelaman kapal perang Iran di perairan lepas pantai Sri Lanka. Meskipun demikian, Albanese menegaskan bahwa tidak ada personel Australia yang terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran.

Albanese menjelaskan bahwa keberadaan personel ADF di kapal selam tersebut adalah bagian dari program pelatihan yang dilakukan dalam kerangka kerja sama pertahanan Aukus.

Dia juga menekankan komitmen Australia untuk mematuhi hukum internasional, menyatakan bahwa “tidak ada personel Australia yang berpartisipasi dalam tindakan ofensif apa pun terhadap Iran.”

Saat ditanyai mengenai implikasi hukum internasional dari serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran, Albanese menyatakan bahwa Australia merasa “nyaman” dalam menilai bahwa Teheran merupakan ancaman di tiga tingkatan berbeda.

“Dalam situasi normal, kami tidak akan mengonfirmasi hal-hal semacam ini. Namun, mengingat pertemuan Komite Keamanan Nasional kami, demi kepentingan publik, saya bisa mengonfirmasi bahwa ada tiga personel Australia di atas kapal itu,” ungkap Albanese dalam wawancara dengan Sky News Australia pada hari Jumat.

“Namun, saya juga ingin menekankan bahwa tidak ada personel Australia yang terlibat dalam aksi ofensif apa pun terhadap Iran. Ini adalah pengaturan yang telah berlangsung lama di mana personel ADF, ketika ditempatkan di aset pertahanan milik negara ketiga, bertindak sesuai dengan hukum Australia dan kebijakan yang berlaku,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah Australia enggan mengungkap apakah ada pelaut atau perwira Australia yang berada di kapal selam serang AS yang menembakkan torpedo dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, yang mengakibatkan sedikitnya 87 korban jiwa.

Pada hari Jumat pagi, menteri senior awalnya menolak untuk memberikan konfirmasi mengenai detail tersebut, mengingat kebijakan pemerintah yang tidak membahas lokasi personel ADF.

Albanese menyatakan bahwa ketiga warga Australia tersebut berada di kapal selam tersebut sebagai bagian dari program pelatihan yang diatur dalam pakta pertahanan Aukus.

“Salah satu keuntungan utama dari perjanjian Aukus adalah bahwa personel Australia mendapatkan pengalaman berharga di berbagai aset, termasuk di kapal selam bertenaga nuklir, serta pertukaran pengetahuan yang terjadi di berbagai bidang,” ujarnya.

Exit mobile version