Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Tiga ASN Terkena Penembakan KKB, Wamendagri Sampaikan Dukacita untuk Warga NTT

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk memimpin Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Kupang pada hari Senin, 21 September 2026.

Dalam acara tersebut, Wamendagri menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas tragedi yang menimpa keluarga asal NTT di Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang terjadi pada Rabu, 9 September 2026.

“Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang mendalam terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan,” ungkap Ribka di hadapan ribuan ASN dari Pemerintah Provinsi NTT.

Seperti yang telah dilaporkan, ketiga ASN tersebut menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu, 9 September. Ketiga korban merupakan pegawai dari Dinas Pertanian Jayawijaya, dan salah satunya berasal dari NTT.

Wamendagri mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menekankan bahwa masyarakat NTT dan Papua memiliki hubungan yang telah terjalin erat sejak lama.

“Sejak dahulu, banyak warga NTT yang telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Papua,” jelas Ribka.

Banyak warga NTT di masa lalu yang berperan sebagai guru dan mengabdi di Papua. “Pengabdian mereka sangat dihargai dan selalu diingat oleh masyarakat di Papua,” tambahnya.

Sebelum menyampaikan ungkapan dukacita terkait insiden yang merenggut nyawa warga NTT di Papua, Wamendagri juga memberikan apresiasi terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT yang mencapai 5,01 persen meskipun menghadapi berbagai tantangan geografis dan topografis. Pemprov NTT juga dinilai berhasil dalam upaya menekan angka inflasi yang cukup baik.

Menanggapi ungkapan duka dari Wamendagri, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak masyarakat NTT dan Papua untuk tetap menjaga persatuan dan keharmonisan dalam hubungan antar kedua daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wamen yang hadir dan memberikan penegasan agar kita semua menjaga semangat kebersamaan serta persatuan,” ujar Melki setelah apel kesadaran ASN.

Menurut Melki, sudah semestinya semua pihak merasa sedih dengan kejadian yang terjadi di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Namun, tindakan oknum KKB tersebut tidak seharusnya mengganggu hubungan baik antara masyarakat NTT dan Papua.

“Kita perlu menjaga keharmonisan hubungan antara masyarakat kedua daerah, mengingat kedekatan emosional yang telah terjalin sejak lama,” tuturnya.

Gubernur kemudian menitipkan pesan kepada pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, untuk memperhatikan keberadaan masyarakat asal NTT yang saat ini berada di Tanah Papua.

Exit mobile version