berita

Prabowo: Indonesia Lebih Unggul daripada Negara Lain di Tengah Krisis Global

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa banyak negara lain merasakan dampak signifikan dari konflik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya dalam hal lonjakan harga energi dan minyak.

Namun, ia menegaskan bahwa posisi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang terkena dampak tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam sebuah taklimat pada Rapat Kerja (Raker) Pemerintah yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 April 2026.

“Krisis yang melanda Timur Tengah, yang menyebabkan harga energi meroket, seharusnya membuat kita bersyukur bahwa kondisi bangsa kita jauh lebih stabil daripada negara-negara lain,” ungkap Prabowo.

Prabowo menyatakan bahwa ia telah mempelajari berbagai data terkait konflik di Timur Tengah. Ia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk menganalisis situasi global.

Di tengah ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik tersebut, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tetap berada dalam kategori aman. Meskipun ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi.

“Setelah menganalisis berbagai angka dan mendapatkan laporan dari para menteri saya, ternyata kondisi kita cukup aman. Tentu ada tantangan dan kesulitan, tetapi kita memiliki kemampuan untuk menghadapinya dan mengatasinya,” tuturnya.

Diketahui bahwa harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu, yang juga mencakup pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Menurut laporan terbaru, harga minyak acuan global Brent crude tercatat turun sekitar 13 persen menjadi US$94,80 atau setara dengan Rp1.611.600 per barel, berdasarkan kurs Rp17.000. Sementara itu, harga minyak yang diperdagangkan di Amerika Serikat merosot lebih dari 15 persen menjadi US$95,75 atau sekitar Rp1.627.750 per barel.

Penurunan harga ini terjadi setelah sebelumnya terjadi lonjakan harga energi yang signifikan akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah. Konflik yang dimulai pada 28 Februari lalu sempat mendorong harga minyak jauh melampaui level normal, mencapai kisaran US$70 atau sekitar Rp1.190.000 per barel.

Gencatan senjata ini terjadi setelah Amerika Serikat menyatakan keinginannya untuk menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman. Iran kemudian menyatakan kesediaannya untuk menghentikan konflik jika serangan terhadap wilayahnya dihentikan, serta membuka jalur pelayaran di selat tersebut.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k