Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan tanggapan terkait aksi yang dilakukan oleh Greenpeace Indonesia, yang memasang dua spanduk besar yang berisi kritik terhadap penanganan isu krisis iklim dan peningkatan biaya hidup. Aksi tersebut terjadi di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa pagi.
“Indonesia adalah negara demokrasi, dan dalam konteks ini, kami menghargai dan menghormati tindakan yang diambil. Namun, yang terpenting adalah agar aksi tersebut tidak mengganggu ketertiban umum,” jelas Pramono saat ditemui di salah satu hotel di Jakarta Pusat pada hari yang sama.
Pramono juga menyampaikan harapannya agar spanduk tersebut segera diturunkan, mengingat keberadaannya dapat menimbulkan gangguan pada ketertiban lalu lintas dan kegiatan masyarakat di Jakarta.
“Sekarang saya mendengar bahwa mereka akan segera menurunkan spanduk tersebut. Kami berharap ketertiban di Jakarta tetap terjaga,” ungkapnya.
Diketahui bahwa spanduk yang dipasang oleh aktivis Greenpeace Indonesia tersebut, akhirnya diturunkan oleh aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB.
Aksi pemasangan spanduk ini bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pada hari yang sama, mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil lainnya juga dijadwalkan untuk melakukan demonstrasi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Aksi tersebut melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, BEM Seluruh Indonesia, serta kelompok yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat). Diperkirakan sekitar 500 orang akan berpartisipasi di kawasan Tugu Tani, dengan tuntutan terkait isu krisis lingkungan, korupsi, kebebasan berpendapat, dan tingginya biaya layanan publik.

