Kebutuhan akan teknologi Heating, Ventilation, Air Conditioning (HVAC), refrigerasi, dan cleanroom di Indonesia terus mengalami peningkatan, seiring dengan bertambahnya permintaan dari sektor domestik dan industri. Di tengah tren ini, tantangan untuk mencapai efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan menjadi isu yang semakin mendesak bagi para pelaku industri.
Situasi ini akan menjadi fokus utama pada acara RHVAC Indonesia 2026, yang akan berlangsung bersamaan dengan Cleanroom Indonesia Expo 2026 pada tanggal 9 hingga 11 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta.
Acara tahun ini diharapkan dapat menarik perhatian dengan kehadiran 213 exhibitor dari 15 negara, yang akan berpartisipasi dalam area pameran seluas 15.000 meter persegi. Jumlah exhibitor ini menunjukkan peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan dengan acara sebelumnya, mencerminkan tingginya kebutuhan industri terhadap teknologi, solusi, dan inovasi dalam bidang HVAC, refrigerasi, serta cleanroom.
Sofianto Widjaja, Direktur PT Pelita Promo Internusa, menjelaskan bahwa peningkatan ini menjadi alasan utama bagi pengembangan RHVAC Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
“RHVAC Indonesia telah menjadi platform penting selama lebih dari sepuluh tahun, dan industri HVAC di tanah air terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pameran ini berfungsi sebagai sarana untuk menghubungkan industri dengan kemajuan teknologi terkini. Di sisi lain, cleanroom semakin menjadi perhatian karena permintaan yang terus meningkat di berbagai sektor, termasuk rumah sakit, data center, dan fasilitas industri lainnya,” ungkap Sofianto dalam keterangannya.
Di samping sektor bangunan komersial dan residensial yang terus membutuhkan sistem HVAC, kebutuhan akan teknologi lingkungan terkendali juga semakin meningkat dalam sektor industri tertentu. Misalnya, rumah sakit memerlukan teknologi cleanroom untuk memastikan lingkungan dengan standar kebersihan yang tinggi dan pengendalian kontaminasi yang ketat. Tren ini juga terlihat dalam permintaan fasilitas seperti data center dan sektor industri lainnya.
Namun, di tengah meningkatnya permintaan tersebut, industri HVAC di Indonesia juga dihadapkan pada tantangan terkait energi dan lingkungan. Penggunaan sistem tata udara dan refrigerasi berhubungan erat dengan konsumsi energi, sehingga pengembangan teknologi yang lebih efisien menjadi semakin krusial untuk bangunan dan fasilitas industri.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam penyelenggaraan tahun ini adalah kontribusi HVAC dalam mendukung pembangunan bangunan rendah karbon. Hal ini sejalan dengan pentingnya memperhatikan aspek energi dan lingkungan dalam pengembangan fasilitas modern di masa depan.

