Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Puluhan Jamaah Umrah Gagal Berangkat ke Saudi karena Pembatalan Penerbangan Langsung

Konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah mulai memberikan dampak signifikan terhadap jamaah umrah asal Indonesia. Manajemen Bandara Internasional Hasanuddin di Makassar telah melakukan koordinasi menyusul pembatalan penerbangan yang menyebabkan puluhan jamaah umrah tidak dapat berangkat ke Tanah Suci pada Ahad, 11 Oktober.

Dari total 83 penumpang yang dijadwalkan berangkat, hanya 30 penumpang reguler yang berhasil terbang menuju Kuala Lumpur. Sementara itu, 53 calon jamaah umrah mengalami penundaan dalam keberangkatannya, seperti yang disampaikan oleh General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, melalui rilis pers yang diterima di Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Senin.

Penundaan yang dialami oleh 53 calon jamaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah disebabkan oleh pembatalan penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 dengan rute Kuala Lumpur menuju Madinah.

Ruly Artha juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Madinah atau Jeddah. Hal ini menjadi perhatian penting bagi para jamaah yang sudah mempersiapkan perjalanan.

Para jamaah umrah dan anggota keluarga diimbau untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing. Ini penting untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat mengenai jadwal keberangkatan serta persyaratan perjalanan. Ruly menyarankan agar masyarakat merujuk pada sumber informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi.

Di tengah situasi yang tegang di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Arab Saudi serta Iran telah melakukan komunikasi melalui telepon untuk membahas eskalasi yang terjadi di kawasan tersebut. Upaya diplomasi ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang ada.

Exit mobile version