Psikolog Anak Menegur Sarwendah Terkait Konflik Hak Asuh dengan Ruben Onsu

Jakarta – Sarwendah kini menjadi sorotan publik setelah mendapatkan teguran dari seorang psikolog anak terkait perselisihan yang sedang berlangsung dengan mantan suaminya, Ruben Onsu. Konflik hak asuh yang mereka alami tampaknya semakin memanas dan menjadi perhatian banyak orang.
Meskipun banyak pihak yang beranggapan bahwa Sarwendah melarang anak-anaknya untuk bertemu dengan Ruben, ia dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, tidak ada halangan dari pihaknya untuk mempertemukan anak-anak dengan ayah mereka.
“Jadi gini, selalu ada tekanan dari luar yang menyatakan seolah-olah aku tidak mengizinkan anak-anak bertemu dengan ayah mereka,” jelas Sarwendah dalam podcast Reyben Entertainment yang dirilis pada Senin (5/10/2026).
Sarwendah menambahkan bahwa dia sering kali mengajak anak-anaknya untuk berjumpa dengan Ruben. Ia tidak ingin anak-anak merasa terasing dari ayah mereka.
“Jadi, aku selalu bilang untuk bertemu, bertemu, gitu loh. Namun, dari pihak sana sepertinya tidak ada usaha untuk menghubungi anak-anak atau bahkan mengontak aku sama sekali,” ungkapnya.
Namun, tindakan Sarwendah tersebut ternyata mendapatkan kritik dari psikolog anaknya. Ia diingatkan agar tidak terlalu memaksakan kehendak kepada anak-anak dalam situasi yang sudah rumit ini.
“Anak-anak memiliki psikolog, dan aku ditegur karena dianggap memaksa mereka. Kenapa? Karena anak-anak merasa seperti ibunya mengusir mereka,” tuturnya.
Di tengah konflik yang berkepanjangan ini, pengacara terkenal Hotman Paris juga memberikan komentarnya. Ia menilai langkah Sarwendah untuk mengadukan kasus ini ke Komnas Perlindungan Anak adalah tindakan yang kurang tepat, terutama saat proses hukum masih berlangsung di pengadilan.
“Kalau persidangan masih berjalan, berarti lembaga mana pun di Indonesia tidak bisa terlibat,” tegas Hotman kepada wartawan pada Senin (5/10/2026).
Menurut Hotman, tidak seharusnya ada permintaan dari pihak Sarwendah kepada lembaga di luar pengadilan saat kasusnya sudah dalam proses persidangan. Hal ini menunjukkan bahwa situasi semakin kompleks dan memerlukan pendekatan yang lebih hati-hati.
Hotman Paris juga menganggap bahwa pengaduan Sarwendah mungkin sekadar sebagai pengingat, tetapi lembaga terkait tidak bisa mencampuri kasus yang sedang berjalan di pengadilan.
Konflik hak asuh antara Ruben Onsu dan Sarwendah telah berlangsung cukup lama, dan tampaknya tidak ada upaya dari keduanya untuk mencapai kesepakatan atau rekonsiliasi.
Pihak Ruben Onsu pun menyatakan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk bertemu dengan anak-anak, terutama mengingat kasus hak asuh yang saat ini tengah diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.




