Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Profil Stadion Si Jalak Harupat, Venue Resmi FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

Stadion Si Jalak Harupat yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi resmi untuk Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Selain Stadion Utama Gelora Bung Karno, stadion ini menjadi pilihan penting bagi penyelenggaraan event olahraga internasional.

Berlokasi di Desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pembangunan Stadion Si Jalak Harupat dimulai pada tahun 2003 dengan mengeluarkan dana sekitar Rp67 miliar. Proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur olahraga.

Proses pembangunan stadion ini memakan waktu sekitar dua tahun, dan resmi dibuka pada April 2005 oleh Agum Gumelar, yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua KONI. Keberadaan stadion ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan olahraga di kawasan Bandung.

Dari segi fasilitas, Stadion Si Jalak Harupat dilengkapi dengan lapangan berumput zoysia yang berkualitas, penerangan dengan kekuatan 1.000 lux, papan skor elektronik, lintasan atletik, serta ruang ganti pemain dan wasit yang memadai. Selain itu, stadion ini juga menyediakan toilet dan area parkir yang cukup luas untuk mendukung kenyamanan penonton.

Pemilihan nama Si Jalak Harupat bukanlah hal yang sembarangan. Pemerintah Kabupaten Bandung mengadakan sayembara untuk menentukan nama stadion, dengan kriteria bahwa nama tersebut harus mencerminkan nilai-nilai kedaerahan, keberanian, dan semangat juang.

Sayembara tersebut dimenangkan oleh Agustin Purnawan yang mengusulkan nama Si Jalak Harupat. Nama ini diambil dari julukan Oto Iskandar Di Nata, seorang tokoh nasional yang berasal dari Kabupaten Bandung, sehingga menambah makna historis bagi stadion ini.

Oto Iskandar Di Nata adalah seorang pahlawan nasional dan tokoh penting dalam Paguyuban Pasundan. Dengan menggunakan julukan Si Jalak Harupat, stadion ini kini menjadi salah satu simbol kebanggaan olahraga di Kabupaten Bandung.

Stadion Si Jalak Harupat telah menjadi lokasi bagi berbagai pertandingan dan acara olahraga besar. Persib Bandung, misalnya, pernah menjadikan stadion ini sebagai markas ketika Stadion Siliwangi tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan sebagai tempat pertandingan.

Di tingkat nasional, stadion ini diakui sebagai salah satu venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang dilaksanakan pada tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa Si Jalak Harupat memiliki peranan penting dalam perkembangan olahraga di Indonesia.

Dalam skala internasional, stadion ini juga berfungsi sebagai tempat pertandingan bagi Persib di kompetisi Asia. Selain itu, Si Jalak Harupat menjadi salah satu venue dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, yang menyaksikan pertandingan Grup E yang melibatkan tim dari Korea Selatan, Malaysia, Bahrain, dan Kirgistan.

Si Jalak Harupat juga pernah dipilih sebagai salah satu lokasi untuk Piala Dunia U-20 yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2021. Ini merupakan bukti nyata bahwa stadion ini memiliki kapasitas dan fasilitas yang memenuhi standar internasional.

Dengan berbagai fasilitas dan dukungan infrastruktur yang memadai, Stadion Si Jalak Harupat siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga, termasuk FIFA ASEAN Cup 2026. Keberadaan stadion ini tidak hanya memperkaya pengalaman olahraga di Bandung, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di tingkat nasional.

Exit mobile version