Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

PM Jepang Berkomitmen Melakukan Upaya Diplomatik Maksimal di Selat Hormuz

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan komitmen Tokyo untuk melakukan “segala upaya diplomatik yang diperlukan” dalam rangka meredakan ketegangan di Selat Hormuz. Ketegangan ini muncul di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang semakin memanas.

“Kami terus berkolaborasi dengan komunitas internasional dan akan berusaha semaksimal mungkin secara diplomatik,” ungkap Takaichi, seperti yang dilaporkan pada hari Selasa, 24 Maret 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan penting antara Takaichi dan Presiden AS, Donald Trump, yang berlangsung di Washington pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Trump mengingatkan Jepang untuk mengirimkan pasukan angkatan lautnya untuk berpartisipasi dalam operasi militer AS demi menjaga kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz, yang saat ini berada di bawah pengaruh Iran.

Sekitar 90 persen pasokan energi Jepang melewati jalur strategis ini, yang membuat kapal-kapal Jepang terkena dampak langsung dari situasi yang tidak stabil. Sebagai respons, Tokyo telah mulai menggunakan cadangan minyak strategisnya untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Takaichi menyatakan kepada anggota parlemen bahwa dalam pertemuan dengan Trump, presiden AS menekankan betapa pentingnya menjaga keamanan di Selat Hormuz dan meminta kontribusi dari Jepang serta negara-negara lain untuk memastikan keselamatan navigasi di kawasan tersebut.

“Saya menegaskan bahwa saya memahami betapa pentingnya menjaga keselamatan navigasi dari sudut pandang pasokan energi yang stabil, dan menjelaskan dengan rinci apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku di Jepang,” tambah Takaichi, menurut informasi dari NHK.

Konstitusi Jepang, yang menolak keterlibatan dalam perang, membatasi negara tersebut untuk berpartisipasi dalam konflik bersenjata di luar negeri.

Di sisi lain, Kyodo News melaporkan bahwa Tokyo sedang mempertimbangkan untuk memperoleh minyak mentah dari Kazakhstan.

Perusahaan eksplorasi minyak dan gas yang didukung oleh pemerintah Jepang, Inpex Corp., yang memiliki hak atas minyak mentah di Kazakhstan, mungkin akan mengalihkan sebagian pasokan tersebut ke Jepang, menurut laporan itu.

Namun, pemindahan minyak mentah dari Kazakhstan ke Jepang diperkirakan akan memakan waktu lebih lama karena jarak yang lebih jauh, dan biaya pengadaannya mungkin juga lebih tinggi dibandingkan dengan sumber lain.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Inpex sedang mempertimbangkan untuk melakukan kerjasama bisnis dengan Azerbaijan dan Australia, di mana mereka juga memiliki hak atas sumber minyak mentah dan gas alam.

Exit mobile version