PM Anwar Ibrahim Serukan Rakyat Malaysia untuk Hemat di Tengah Gejolak Global

Masyarakat Malaysia diminta untuk lebih bijaksana dalam mengelola pengeluaran mereka. Seruan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan ketidakpastian yang disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang fluktuatif.
Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa meskipun keadaan ekonomi di dalam negeri saat ini masih terkelola dengan baik, situasi geopolitik dunia, khususnya ketegangan di Timur Tengah, berpotensi besar mengganggu rantai pasokan global dan mengakibatkan lonjakan harga.
“Saya merasa perlu untuk mengingatkan Anda semua agar lebih berhati-hati. Jika Anda bisa menabung selama bulan puasa, jangan sampai menghabiskan uang dengan sembrono saat merayakan hari raya,” ujar Anwar dalam acara peresmian sebuah masjid di Bukit Mertajam, Pulau Penang, pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Anwar menekankan bahwa akibat konflik yang terjadi di Iran, perekonomian dunia sedang menghadapi masalah serius. Dia juga mengungkapkan harapannya untuk menjaga harga bahan bakar minyak RON 95 di Malaysia tetap di angka 1,99 ringgit Malaysia (sekitar Rp8.547) per liter.
Dia mengungkapkan bahwa saat ini banyak kapal tanker besar yang mengangkut minyak dan gas dari Teluk Hormuz terhambat akibat serangan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat terhadap Iran.
Lebih dari 200 kapal tanker yang bertugas mengangkut gas dan minyak kini mengalami penundaan, yang berujung pada lonjakan biaya, termasuk harga makanan dan pupuk yang diimpor dari Ukraina, Rusia, dan Eropa, yang saat ini telah mengalami kenaikan yang signifikan.
“Sejauh ini, pemerintah telah mengadakan berbagai pertemuan untuk mencari solusi guna bertahan dalam situasi ini. Namun, saya ingin mengingatkan Anda semua untuk berhati-hati dalam pengeluaran, dan mulailah menabung. Ingatlah, meski saat ini kita berada dalam kondisi yang relatif nyaman, situasi global telah menjadi sangat tidak stabil,” tegas Anwar.
Dia juga menjelaskan bahwa konflik yang terjadi melibatkan berbagai negara. Meskipun saat ini keadaan masih terkendali, Anwar mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan.
“Karena kita tidak bisa memprediksi seberapa lama gejolak ekonomi ini akan berlangsung. Penting bagi kita untuk bijak dalam mengelola keuangan. Jika krisis seperti ini terjadi, penyelesaiannya tidak akan mudah. Masyarakat harus saling mendukung dan menyadari kondisi ini. Semoga Allah memberikan kita kekuatan,” tutupnya.




