Jakarta – Pasar kendaraan listrik bekas kini menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik dengan anggaran yang lebih terjangkau. Di antara berbagai model yang tersedia, Hyundai Ioniq 5 menonjol sebagai salah satu opsi yang layak dipertimbangkan, terutama karena peluncurannya yang pertama kali di Indonesia pada tahun 2022.
Berdasarkan penelusuran terbaru, Hyundai Ioniq 5 dengan tahun produksi 2022 dan 2023 dapat ditemukan di pasar mobil bekas dengan harga berkisar antara Rp395 juta hingga Rp440 juta. Jelas, nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga baru yang mencapai Rp809 juta on the road (OTR) di Jakarta. Ini menunjukkan adanya peluang bagi konsumen untuk mendapatkan kendaraan listrik yang berkualitas dengan biaya yang jauh lebih hemat.
Ketika membandingkan harga bekas tersebut dengan harga baru, terdapat selisih yang signifikan, yaitu sekitar Rp409 juta atau setara dengan 50,6 persen. Perbandingan ini hanya mempertimbangkan harga baru sebagai acuan dan tidak mencakup perhitungan depresiasi yang mungkin terjadi pada setiap varian sejak pembelian awal.
Hyundai Ioniq 5 dibangun menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP), yang dirancang khusus untuk memaksimalkan performa kendaraan listrik. Di Indonesia, model ini hadir dalam dua pilihan baterai, yaitu Standard Range dengan kapasitas 58 kWh dan Long Range dengan kapasitas 72,6 kWh, menawarkan fleksibilitas sesuai kebutuhan pengguna.
Varian Standard Range mampu memproduksi tenaga maksimum sebesar 170 PS dan menghasilkan torsi hingga 350 Nm. Sebaliknya, varian Long Range menawarkan tenaga yang lebih tinggi, mencapai 217 PS dengan torsi yang sama. Dengan pengujian standar WLTP, jarak tempuh yang dapat dicapai adalah 384 km untuk varian Standard Range, sedangkan Long Range dapat menempuh antara 451 km hingga 481 km, tergantung pada tipe kendaraan yang dipilih.
Dari segi fitur, Ioniq 5 dilengkapi dengan panel instrumen digital yang modern, layar infotainment yang canggih, pengisian daya tanpa kabel untuk ponsel, serta konsol tengah yang fleksibel bernama Universal Island. Selain itu, kendaraan ini juga mengintegrasikan teknologi Vehicle-to-Load (V2L), yang memungkinkan pengguna untuk memasok daya dari baterai ke perangkat elektronik lainnya.
Untuk pengisian daya, Ioniq 5 mendukung teknologi pengisian cepat yang sangat efisien. Hyundai mengklaim bahwa baterai kendaraan ini dapat diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 18 menit jika menggunakan pengisi daya DC berdaya 350 kW, asalkan kondisi lingkungan mendukung. Namun, waktu pengisian aktual dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk suhu dan kondisi baterai.
Fitur keselamatan pada Ioniq 5 berbeda-beda tergantung pada varian yang dipilih. Beberapa tipe Signature dilengkapi dengan Hyundai SmartSense yang mencakup berbagai fitur canggih seperti Smart Cruise Control, Forward Collision-Avoidance Assist, dan Blind-Spot Collision-Avoidance Assist. Oleh karena itu, calon pembeli disarankan untuk memeriksa kelengkapan fitur yang ada pada unit yang mereka pertimbangkan.

