Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Pernyataan Pihak Okin Terhadap Ukur Rumah yang Mengejutkan Publik

Jakarta – Perseteruan antara Niko Al Hakim, yang lebih dikenal sebagai Okin, dan mantan istrinya, Rachel Vennya, mengenai sengketa rumah untuk anak mereka kini memasuki babak baru. Setelah sempat memanas di media sosial, Okin dan timnya memutuskan untuk mengambil jalur damai guna meredakan ketegangan yang telah menarik perhatian publik.

Melalui perwakilannya, Axl Mattew Situmorang, Okin menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang baik, tanpa perlu memperpanjang konflik di ruang publik. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, komunikasi antara kedua belah pihak sudah mulai terjalin, yang menjadi langkah awal menuju proses mediasi.

“Seperti yang sering saya sampaikan di media sosial, saya ingin mengutamakan komunikasi yang positif,” ungkap Axl dalam sebuah wawancara di YouTube, yang disiarkan pada Jumat, 10 April 2026.

Axl menjelaskan bahwa pada tahap awal ini, masing-masing pihak telah mengungkapkan pandangan mereka. Ia pun merasa optimis bahwa mediasi bisa menjadi solusi terbaik, terlebih demi kepentingan anak yang terlibat.

“Semoga proses mediasi ini berjalan lancar,” imbuhnya.

Menurut Axl, sebelum perselisihan ini menjadi sorotan publik, Okin sebenarnya telah menunjukkan itikad baik dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.

“Sebelum masalah ini mencuat di media, Niko memang sudah beritikad baik dan berusaha menjalankan kewajibannya,” jelasnya.

Ia bahkan menganggap konflik ini tidak begitu besar dan masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya percaya mediasi ini akan berjalan baik, jadi ini bukan masalah yang serius,” tambah Axl.

Namun demikian, Axl mengakui bahwa hingga saat ini, belum ada pertemuan langsung antara Okin dan Rachel sejak isu ini menjadi viral di media.

“Setahu saya, belum ada pertemuan pribadi setelah masalah ini muncul,” katanya.

Mengenai isu yang sempat ramai beredar tentang dugaan pengukuran rumah, Axl memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat.

“Menurut keterangan dari Niko, sebetulnya itu bukan pengukuran rumah. Sebelum pihak lain datang, hal itu sudah diinformasikan terlebih dahulu kepada Rachel,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kedatangan pihak tersebut hanya bertujuan untuk melihat kondisi rumah, bukan untuk melakukan pengukuran seperti yang sempat diberitakan.

Dengan semua pernyataan ini, pihak Okin berharap agar proses mediasi dapat segera dilaksanakan. Ini adalah langkah penting untuk menyelesaikan masalah yang telah menjadi perhatian publik dan menjaga hubungan baik demi anak mereka.

Dari situasi ini, kita dapat melihat betapa pentingnya komunikasi dalam menyelesaikan konflik. Okin dan Rachel, meski berada di jalur yang berbeda, tetap memiliki tanggung jawab yang sama sebagai orang tua. Mediasi yang baik bisa menjadi jalan untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi yang saling menguntungkan.

Dengan semangat kolaborasi dan saling pengertian, harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik tentu bisa terwujud. Semoga langkah-langkah yang diambil dapat memberikan hasil yang positif, tidak hanya bagi mereka berdua tetapi juga untuk anak yang menjadi fokus utama dalam perkara ini.

Di tengah berbagai perdebatan di media, penting untuk mengingat bahwa di balik setiap konflik ada manusia yang memiliki emosi dan tanggung jawab.

Oleh karena itu, mari kita nantikan perkembangan selanjutnya dari proses mediasi ini, yang diharapkan bisa membawa hasil yang baik.

Exit mobile version