PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menunjukkan performa yang mengesankan pada semester I 2026, dengan pertumbuhan yang signifikan dalam kinerjanya. Pendapatan bersih yang dicatat perusahaan mencapai Rp2,59 triliun, diiringi dengan kenaikan laba usaha dan EBITDA yang juga mencerminkan tren positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada tanggal 30 Juni 2026, BNBR berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,592 triliun. Angka ini mengalami kenaikan yang substansial sebesar Rp814,693 miliar atau 45,84 persen dibandingkan dengan pendapatan bersih yang tercatat pada 30 Juni 2025, yang hanya mencapai Rp1,777 triliun.
Kenaikan yang signifikan juga terlihat pada laba usaha BNBR, yang mencatatkan angka sebesar Rp301,537 miliar pada akhir Juni 2026. Ini menandakan peningkatan yang luar biasa sebesar Rp222,849 miliar atau 283,21 persen jika dibandingkan dengan laba usaha Rp78,688 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, EBITDA BNBR pada 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp423,049 miliar, meningkat Rp295,212 miliar atau 230,93 persen dibandingkan dengan EBITDA tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp127,837 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan kekuatan finansial yang semakin membaik.
Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini, menyatakan bahwa meskipun kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian, perusahaan berhasil menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ia menekankan bahwa ini merupakan bukti dari strategi, ketahanan, adaptasi, dan kerja keras tim yang mulai membuahkan hasil yang nyata.
Anindya melanjutkan bahwa kenaikan pendapatan bersih sebesar Rp814,693 miliar atau 45,84 persen didorong oleh pertumbuhan di beberapa unit usaha. BIIN Group berkontribusi signifikan dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp450,760 miliar atau 256,1 persen, VKTR Group naik Rp232,582 miliar atau 56,2 persen, dan BMI Group mencatat kenaikan sebesar Rp120,960 miliar atau 10,2 persen.
Kinerja unit usaha menjadi sorotan utama dalam laporan ini.
Pada semester I 2026, BIIN Group berhasil mencapai pendapatan bersih sebesar Rp626,784 miliar, yang menunjukkan peningkatan dramatis sebesar Rp450,760 miliar atau 256,1 persen dibandingkan dengan pendapatan semester I 2025 yang hanya mencapai Rp176,023 miliar. Pertumbuhan ini sebagian besar disebabkan oleh konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada tahun 2026.
VKTR Group juga menunjukkan kinerja yang positif dengan pendapatan bersih sebesar Rp646,617 miliar pada 30 Juni 2026. Angka ini meningkat Rp232,582 miliar atau 56,2 persen dari Rp414,035 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan penjualan kendaraan listrik dan pertumbuhan penjualan di PT Bakrie Autoparts (BA) Group.
BMI Group tidak kalah menarik, dengan pendapatan bersih yang tercatat sebesar Rp1,308 triliun per 30 Juni 2026. Angka ini meningkat Rp120,960 miliar atau 10,2 persen dibandingkan dengan Rp1,187 triliun pada 30 Juni 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa BMI Group juga berkontribusi pada pertumbuhan keseluruhan pendapatan Bakrie & Brothers.
Keberhasilan Bakrie & Brothers dalam mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan di tengah tantangan ekonomi global merupakan langkah strategis yang menunjukkan bahwa perusahaan ini mampu beradaptasi dengan perubahan pasar. Ke depannya, BNBR berpotensi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian.

