Pasukan Indonesia yang berpartisipasi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan ditempatkan di bagian selatan Jalur Gaza. Sementara itu, unit-unit dari negara lain akan bertanggung jawab atas wilayah lainnya di kawasan tersebut, seperti yang disampaikan oleh mediator Amerika Serikat, Bishara Bahbah, dalam pertemuan dengan pihak Hamas.
Kelompok pertama yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional diharapkan dapat dikirim ke Jalur Gaza pada awal April mendatang, menurut laporan dari portal berita Asharq Al-Awsat yang mengutip pernyataan Bahbah.
“Setahu saya, kelompok pertama pasukan ini direncanakan akan mulai memasuki Gaza pada awal bulan April, dan akan ada kontingen yang lebih besar yang akan dikerahkan pada bulan berikutnya,” ungkap Bahbah pada hari Kamis, 26 Februari 2026.
Bahbah juga berharap bahwa dengan kedatangan kontingen internasional di Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Zionis Israel dapat segera dihentikan.
Lebih lanjut, Bahbah menambahkan bahwa Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang baru saja dibentuk akan memperoleh kesempatan untuk memasuki wilayah tersebut setelah kedatangan pasukan stabilisasi, karena mereka akan mendapatkan jaminan keamanan yang diperlukan.
Pasukan Stabilisasi Internasional diperkirakan akan terdiri dari sekitar 20.000 personel militer dan 12.000 polisi yang berasal dari negara-negara yang terlibat dalam Gaza Board of Peace.
Kota Rafah, yang terletak di bagian selatan Jalur Gaza, disebut-sebut sebagai lokasi awal penempatan misi ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan dalam jumlah besar guna bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan ditugaskan di Gaza, Palestina.
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia bersiap untuk mengirim lebih dari 8.000 personel untuk bergabung dengan misi tersebut. Komitmen ini disampaikan Prabowo dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang berlangsung di Washington, AS, pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
“Pencapaian gencatan senjata ini adalah hal yang nyata dan kami mengapresiasi hal tersebut. Oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk mengirimkan pasukan dalam jumlah besar, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan,” jelas Prabowo.
Prabowo berharap kehadiran pasukan Indonesia dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya perdamaian dunia. “Kami siap berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) demi menyukseskan upaya perdamaian ini,” tutup Prabowo.

