Site icon Jadwal Bimtek LPPA KPD

Niat Puasa Syawal dan Qadha Ramadhan: Cara yang Dijelaskan Buya Yahya

Suasana meriah Hari Raya Idul Fitri masih terasa di kalangan umat Islam, yang kini telah memasuki bulan Syawal. Di bulan yang penuh berkah ini, dianjurkan bagi kaum muslim untuk melaksanakan puasa Syawal selama enam hari sebagai salah satu amalan sunnah yang memiliki berbagai keutamaan.

Namun, banyak di antara umat Islam yang masih memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang terlewat. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah diperbolehkan menggabungkan niat antara puasa qadha dan puasa Syawal. Mari kita simak lebih lanjut mengenai hal ini!

Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan setelah bulan Ramadan. Banyak umat Islam yang berusaha menjalankannya guna meraih pahala yang lebih besar. Namun, bagi mereka yang masih memiliki hutang puasa, dilema seringkali muncul antara mendahulukan qadha atau mengejar keutamaan yang ditawarkan oleh puasa Syawal.

Dalam sebuah penjelasan yang disampaikan melalui tayangan di Al Bahjah TV, pendakwah kharismatik Buya Yahya memberikan panduan yang jelas mengenai hal ini. Ia menekankan bahwa kewajiban untuk mengganti puasa Ramadhan harus menjadi prioritas utama, melebihi pelaksanaan puasa sunnah.

“Niatkan yang fardhu terlebih dahulu. Niatkan untuk mengqadha, dan Anda tetap bisa mendapatkan pahala dari puasa sunnah ini. Niatnya tidak perlu digabungkan, karena itu tidak sah,” jelas Buya Yahya dalam sebuah sesi yang diunggah pada 23 Maret 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dalam praktiknya, niat puasa seharusnya tidak dicampurkan antara qadha Ramadhan dan puasa Syawal. Ini sejalan dengan pandangan dalam mazhab Syafi’i yang mengajarkan bahwa menggabungkan niat untuk dua jenis ibadah dengan status hukum berbeda—fardhu dan sunnah—tidak dianggap sah.

Namun, umat Islam tidak perlu merasa khawatir akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala puasa Syawal. Buya Yahya menjelaskan bahwa seseorang yang menjalankan puasa qadha di bulan Syawal tetap memiliki peluang untuk meraih pahala tambahan dari amalan sunnah yang berlaku.

“Tidak perlu menggabungkan niat sunnah. Allah maha pemurah. Oleh karena itu, puasa yang Anda lakukan di hari sunnah tetap memberikan Anda bonus pahala dari puasa sunnah,” ungkapnya.

Dengan demikian, solusi yang disarankan adalah tetap berniat untuk menjalankan puasa qadha sebagaimana mestinya. Tanpa menggabungkan niat, seorang muslim tetap berkesempatan untuk mendapatkan keutamaan dari berpuasa di bulan Syawal.

Exit mobile version