Jakarta – Insanul Fahmi mengungkapkan bahwa situasi keuangan yang sedang dialaminya sangat sulit, yang berdampak langsung pada kemampuannya memberikan nafkah kepada anaknya hasil dari pernikahannya dengan Wardatina Mawa. Ia mengklaim telah mengalami kerugian miliaran rupiah akibat dugaan penipuan yang hingga saat ini belum menemukan titik terang.
Kondisi ini muncul di tengah kewajiban Insanul untuk memberikan nafkah bulanan kepada anaknya. Berdasarkan putusan hakim, ia diwajibkan membayar nafkah sebesar Rp3 juta setiap bulan. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan permintaan Mawa yang pernah mengajukan nafkah mencapai Rp30 juta per bulan.
Seiring waktu, Insanul mengaku bahwa pengiriman nafkah tersebut tidak selalu berjalan mulus. Mawa juga sempat mengungkapkan masalah ini melalui akun Instagram pribadinya, menunjukkan ketidakpuasan atas situasi yang ada.
Menanggapi isu tersebut, Insanul mengakui bahwa ia tengah menghadapi masalah keuangan yang cukup serius. Salah satu penyebab utama yang memengaruhi kondisi ekonominya adalah dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian sebesar miliaran rupiah.
“Saya baru saja menjadi korban penipuan oleh seseorang yang sudah saya laporkan ke Polrestabes Medan. Nilai kerugian yang saya laporkan adalah Rp2,3 miliar. Sampai sekarang, prosesnya sudah hampir dua tahun dan belum menunjukkan perkembangan berarti,” ungkap Insanul dalam tayangan yang dipublikasikan pada Selasa (20/10/2026).
Ia menambahkan bahwa kerugian yang sebenarnya jauh lebih besar daripada angka yang dilaporkan. Insanul juga mengaitkan masalah keuangan ini dengan permasalahan dalam rumah tangganya yang berujung pada perpisahan.
“Kerugian saya sebenarnya lebih dari itu. Ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kesalahpahaman di dalam rumah tangga kami,” tambahnya.
Insanul merasakan kekecewaan yang mendalam karena proses laporan yang telah berjalan selama hampir dua tahun tersebut belum juga terselesaikan. Ia merasa kondisi ini turut mempengaruhi kelancaran dalam memberikan nafkah kepada anaknya.
“Kami merasa kecewa karena sudah hampir dua tahun, dan ini menjadi salah satu faktor yang membuat pemberian nafkah menjadi terhambat. Meskipun demikian, saya tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik,” jelasnya.
Meskipun tengah mengalami kesulitan finansial, Insanul menegaskan komitmennya untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Ia tidak ingin kewajiban terhadap anaknya terabaikan, meskipun saat ini harus berjuang menghadapi berbagai tantangan.

