berita

Mojtaba Khamenei Mengatakan Kami Akan Membalas Darah Para Syuhada dengan Tindakan Tegas

Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, meluncurkan pernyataan pertamanya setelah ditunjuk menggantikan posisi mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pengumuman yang disampaikan pada tanggal 12 Maret 2026, ia menegaskan komitmennya untuk membalas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang telah menimbulkan banyak korban jiwa.

“Kami akan membalas darah para syuhada kami,” ungkap Mojtaba Khamenei, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai sumber berita internasional pada 13 Maret 2026.

Mojtaba Khamenei tidak tampil secara langsung dalam penyampaian pesannya. Sebagai gantinya, pernyataannya dibacakan oleh seorang pembawa acara di televisi pemerintah, disertai dengan tayangan foto dirinya di layar. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang tetap setia dan berjuang untuk mempertahankan negara Iran.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pejuang pemberani yang telah berjuang keras di tengah tekanan dan serangan yang dihadapi negara kita,” lanjutnya.

Mojtaba juga menjelaskan bahwa Iran akan tetap menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal. Ia menyatakan bahwa Iran akan terus melakukan serangan terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk. Namun, ia menegaskan bahwa fokus serangan Iran hanya akan ditujukan kepada pangkalan militer Amerika Serikat.

Sejak ditunjuk sebagai pemimpin, Khamenei belum muncul di hadapan publik, termasuk pada acara pengukuhan kepemimpinannya yang berlangsung di Teheran pada hari Senin. Sejak serangan yang terjadi pada 28 Februari lalu, ia juga belum memberikan penampilan publik.

Sebagai informasi tambahan, Mojtaba Khamenei resmi terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran yang baru pada tanggal 8 Maret 2026, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Senin, majelis pakar yang bertanggung jawab atas pemilihan ini menyebutkan bahwa Khamenei dipilih melalui proses pemungutan suara yang dianggap menentukan.

Majelis tersebut juga menyerukan kepada seluruh warga negara, terutama kepada para elit dan intelektual dari kalangan seminaris dan universitas, untuk berkomitmen pada kepemimpinan baru serta menjaga persatuan di saat-saat kritis bagi Iran.

Seiring dengan terpilihnya Mojtaba, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tanggapan. Ia menegaskan bahwa ia akan berusaha untuk memengaruhi siapa pun yang menduduki posisi pemimpin tertinggi Iran selanjutnya. Trump bahkan menyatakan bahwa siapapun yang terpilih tanpa persetujuan dari AS tidak akan mampu mempertahankan jabatannya dalam waktu lama. Pernyataan ini senada dengan pernyataan yang sebelumnya ia sampaikan kepada media.

Related Articles

Back to top button
slot depo qris slot qris