berita

Mojtaba: Iran Siap Membalas Kematian Ayah Ali Khamenei dengan Kekuatan Penuh

Mojtaba Khamenei baru saja mengeluarkan pernyataan resmi pertamanya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada malam Kamis, 12 Maret 2026. Dalam pidatonya, ia mengingat mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang juga menjabat sebagai pemimpin sebelumnya.

Mojtaba menegaskan bahwa setelah kehilangan Ayatollah Ali Khamenei, Iran tidak akan surut dan akan melawan dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya. Ia menyatakan bahwa balasan akan diberikan tidak hanya untuk kematian ayahnya, tetapi juga untuk setiap warga negara yang telah kehilangan nyawa akibat konflik ini.

“Saya berkesempatan untuk melihat jasad beliau setelah ia gugur sebagai seorang syahid. Kami akan terus mengingat dan menuntut balas atas darah para syuhada,” ungkapnya, sebagaimana dilaporkan oleh NDTV pada Jumat, 13 Maret 2026.

Saat mengenang ayahnya yang meninggal karena pembunuhan, Mojtaba menyatakan bahwa kematian sang ayah mempertegas komitmennya terhadap kebenaran dan menunjukkan karakter yang kuat. Ia menekankan bahwa perjuangan yang telah dimulai oleh ayahnya akan diteruskan dengan penuh dedikasi.

“Yang saya lihat adalah sosok yang tetap kokoh seperti gunung. Saya juga diberitahu bahwa tangan beliau yang masih utuh tampak mengepal,” tambahnya.

Mojtaba juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kelompok-kelompok bersenjata yang menjadi sekutu Teheran di berbagai daerah, termasuk di Lebanon, Irak, dan Yaman.

“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada para pejuang ‘Front Perlawanan’,” kata Khamenei, merujuk pada kelompok Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok-kelompok sekutu lainnya di Irak.

Pada hari yang sama, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengemukakan tiga syarat yang harus dipenuhi untuk mengakhiri konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam penjelasannya, Pezeshkian menyatakan bahwa setiap upaya untuk mencapai kesepakatan harus mengakui hak-hak sah Iran dan menjamin bahwa negara tersebut tidak akan menjadi sasaran serangan di masa mendatang.

Melalui unggahan di media sosial X, ia juga menuntut agar ada kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang berlangsung.

“Ketika berbicara dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan, saya menegaskan kembali komitmen Iran untuk menjaga perdamaian di kawasan. Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini, yang dipicu oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat, adalah dengan mengakui hak sah Iran, memberikan ganti rugi atas kerusakan yang terjadi, dan menyediakan jaminan internasional yang tegas untuk mencegah agresi di masa depan,” tulisnya.

Related Articles

Back to top button
slot depo qris slot qris