Mantan kiper tim nasional Iran, Rashid Mazaheri, dilaporkan hilang dengan cara yang misterius setelah ia secara terbuka mengkritik pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, melalui platform media sosial.
Kasus hilangnya Mazaheri terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran. Pada tanggal 28 Februari, pemerintahan Donald Trump mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan operasi militer yang signifikan terhadap Iran.
Trump, bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menjelaskan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mencegah Iran dari pengembangan senjata nuklir dan memberikan kesempatan bagi rakyat Iran untuk menggulingkan Khamenei. Beberapa jam setelah dimulainya serangan, Trump bahkan menyatakan bahwa Khamenei telah tewas, menandai akhir dari kekuasaan yang telah berlangsung selama 36 tahun.
Di tengah situasi yang sangat tegang ini, Rashid Mazaheri kembali mencuri perhatian publik. Mantan penjaga gawang yang pernah memperkuat Iran dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 ini sebelumnya telah menyampaikan kritik pedas terhadap Khamenei melalui sebuah unggahan di Instagram.
Dalam unggahan tersebut, Mazaheri membagikan gambar Khamenei dengan label “Satan”, disertai dengan pernyataan tegas: “Kekuasaanmu atas tanah suci ini telah berakhir.”
Tidak lama setelah itu, menurut laporan dari IranWire, aparat keamanan Iran melakukan penggerebekan di rumah Mazaheri. Beberapa perangkat elektronik diambil, dan ia dilaporkan akan segera ditangkap berdasarkan surat perintah dari pengadilan.
Meski unggahan yang kontroversial itu telah dihapus, dukungan terbuka justru datang dari istrinya, Maryam Abdollahi. Ia mengakui bahwa nyawa suaminya mungkin dalam bahaya, namun kehormatan dan prinsipnya tetap terjaga.
Kekhawatiran semakin meningkat ketika Maryam mengungkapkan bahwa ia telah kehilangan kontak dengan Mazaheri selama lebih dari 48 jam. Hingga kini, tidak ada informasi yang jelas mengenai kapan dan di mana Mazaheri terakhir kali terlihat.
Sementara itu, media yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran, Fars News, mengklaim bahwa Mazaheri dipanggil terkait dugaan penipuan sebesar 4 miliar toman. Namun, pernyataan tersebut dengan tegas dibantah oleh istrinya.
“Itu adalah kebohongan yang sengaja dibuat untuk menutupi kebenaran,” tulis Maryam di Instagram. “Rashid menyadari semua jebakan ini dan tetap berani berdiri di tanah kelahirannya. Keberaniannya tidak akan bisa dipadamkan oleh skenario jahat ini,” tegasnya.
Hingga saat ini, nasib Rashid Mazaheri masih menjadi misteri dan menimbulkan kecemasan yang mendalam, khususnya di kalangan penggemar sepak bola Iran dan para aktivis hak asasi manusia.

