Jakarta – Manajemen KM Virgo Transport 8 yang dikelola oleh PT Virgo Karya Shipping, telah memastikan bahwa kegiatan penyelaman ke lokasi bangkai kapal yang terdampar di Laut Jawa dimulai pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan penyelaman ini merupakan langkah awal untuk merencanakan operasi pengangkatan kapal (salvage) ke permukaan.
“Kami merencanakan penyelaman ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu,” ungkap Dwi, Kepala Cabang PT Virgo Karya Shipping (VKS) Banjarmasin, pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Seiring dimulainya operasi penyelaman ini, manajemen KM Virgo juga telah meminta pihak otoritas maritim untuk mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Tim penyelam memiliki tugas penting dalam melakukan pemulihan minyak dari bangkai kapal. Langkah ini diambil untuk menguras minyak dan limbah bahan bakar yang ada, dengan tujuan mencegah terjadinya pencemaran di perairan laut.
“Proses ini juga melibatkan penyemprotan zat kimia untuk menetralkan bahan bakar yang mungkin masih tersisa,” tambahnya.
Selain itu, para penyelam juga akan menentukan lokasi untuk memasang dudukan cincin logam yang diperlukan dalam proses pengangkatan bangkai kapal.
Dwi berharap bahwa melalui penyelaman ini, tim dapat menemukan korban yang mungkin masih terjebak di dalam kapal.
Sebelumnya, Basarnas telah memberhentikan operasi penyelaman ke bangkai kapal dan kini lebih fokus pada pencarian sisa-sisa korban di permukaan, dengan menyisir perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Hingga saat ini, Basarnas masih berupaya mencari 53 korban dari Kapal Virgo yang belum ditemukan sejak kapal tersebut tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026.
Sementara itu, dari total 243 penumpang dan awak kapal Virgo, 190 orang telah berhasil ditemukan, yang terdiri dari 108 orang yang selamat dan 82 orang yang dinyatakan meninggal dunia.

