Mamah Dedeh memiliki perjalanan spiritual yang sangat mengesankan, dengan pengalaman naik haji sebanyak 35 kali. Pendakwah yang dikenal dengan nama asli Dedeh Rosidah ini membagikan kisahnya yang menarik, di mana ada motivasi mulia di balik setiap keberangkatannya ke Tanah Suci.
Dalam sebuah perbincangan dengan Habib Jafar, Mamah Dedeh mengungkapkan bahwa mayoritas keberangkatannya ke Tanah Suci didasari oleh kepercayaan untuk menjadi pembimbing bagi jemaah haji. Ini menunjukkan betapa besar tanggung jawab yang diembannya dalam menjalankan ibadah tersebut.
Ketika ditanya seputar frekuensi perjalanan hajinya, Mamah Dedeh memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Ia menyebutkan, “Alhamdulillah kurang lebih bangsa 35-an barangkali,” saat diwawancarai melalui platform YouTube pada 28 Agustus 2026.
Banyak yang beranggapan bahwa seseorang yang telah menunaikan ibadah haji berkali-kali bisa kehilangan rasa antusiasme saat kembali ke Ka’bah. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Mamah Dedeh.
Ia menjelaskan bahwa kepergiannya setiap tahun tidak hanya untuk menunaikan ibadah, tetapi juga untuk mendampingi jemaah dengan memberikan pemahaman yang mendalam tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji.
“Karena tiap tahun membimbing. Dibutuhkan oleh jemaah,” jelasnya, menunjukkan betapa pentingnya perannya dalam mendampingi mereka yang ingin menjalankan ibadah haji.
Mamah Dedeh menyadari bahwa jemaah sangat memerlukan pendamping yang mampu menerangkan berbagai aspek ibadah dengan cara yang sederhana dan jelas. Ini mencakup informasi mengenai hal-hal yang halal dan haram, serta ketentuan yang harus dipatuhi selama haji dan umrah.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya karena masih diberi kesempatan untuk kembali ke Tanah Suci, serta berbagi pengetahuan dengan mereka yang membutuhkan bimbingan dalam menjalankan ibadah.
“Mamah niatnya alhamdulillah ya Allah masih bisa berangkat haji, masih bisa ngebimbing orang, masih bisa ngasih tahu ini yang halal, yang haram, hajinya harusnya begini, umrahnya harus begini, ini yang rukun, ini yang fardu, ini yang wajib, ini yang sunat, ini yang muharramat,” tuturnya, menggambarkan tekadnya untuk membantu orang lain.
Habib Jafar kemudian menyinggung pandangan bahwa terlalu sering melakukan ibadah haji dapat mengurangi rasa antusiasme seseorang saat berada di Tanah Suci.
Menanggapi hal ini, Mamah Dedeh mengaku tidak merasa khawatir. Baginya, yang paling krusial adalah menjaga hati dan niat yang tulus saat menjalankan ibadah, tanpa terpengaruh oleh frekuensi keberangkatan yang telah dilalui.

