Jakarta – Pergerakan kendaraan yang meninggalkan Jakarta menunjukkan tren peningkatan yang signifikan menjelang periode mudik Lebaran. Hasil pemantauan terkini mencatat puluhan ribu kendaraan melintas menuju arah Jawa Tengah melalui jalur Tol Trans Jawa.
Dalam rentang waktu 24 jam terakhir, mulai pukul 06.00 WIB pada hari Minggu hingga 06.00 WIB pada hari Senin, 16 Maret 2026, tercatat sebanyak 33.608 kendaraan yang berangkat dari Jakarta menuju Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung. Angka ini menandakan bahwa arus kendaraan dari wilayah barat semakin mendominasi lalu lintas di jalur tersebut.
Gerbang Tol Kalikangkung dikenal sebagai salah satu titik penting dalam memantau pergerakan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa. Lokasi gerbang tol ini berfungsi sebagai pintu masuk utama menuju Jawa Tengah bagi kendaraan yang datang dari arah barat, termasuk Jakarta, Banten, serta sebagian wilayah Jawa Barat.
Lonjakan jumlah kendaraan ini menjadi sinyal awal meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan keluar kota lebih awal. Banyak pemudik yang memilih untuk berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan yang biasanya terjadi menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Tren pemudik yang berangkat lebih awal sering kali dipilih oleh mereka yang memiliki fleksibilitas dalam waktu perjalanan. Dengan berangkat lebih cepat, diharapkan perjalanan ke kampung halaman dapat berlangsung lebih lancar dibandingkan saat puncak arus mudik.
Meskipun demikian, kondisi lalu lintas di Jakarta saat ini masih tergolong cukup padat. Tingkat kemacetan tercatat berada di kisaran 52 persen, dengan kecepatan rata-rata kendaraan hanya sekitar 22,9 kilometer per jam di berbagai ruas jalan utama.
Kepadatan lalu lintas ini mencerminkan aktivitas harian warga ibu kota yang tetap tinggi. Sejumlah ruas jalan arteri serta akses menuju jalan tol masih ramai dilalui oleh kendaraan pribadi, angkutan umum, dan kendaraan logistik yang beroperasi di dalam kota.
Tercatat juga ada 92 titik kemacetan, dengan total panjang antrean kendaraan mencapai sekitar 53,2 kilometer. Kepadatan tersebut tersebar di sejumlah koridor jalan utama yang menghubungkan kawasan permukiman, pusat bisnis, serta akses menuju jaringan jalan tol di sekitar Jakarta.
Dalam periode pemantauan hari ini, Senin 16 Maret 2026, data yang diambil menunjukkan bahwa kendaraan di Jakarta rata-rata hanya mampu menempuh jarak sekitar 5,7 kilometer dalam waktu 15 menit. Angka ini menunjukkan bahwa lalu lintas masih cukup padat, meskipun belum mencapai kondisi ekstrem seperti yang biasa terjadi saat puncak arus mudik.

